Tragedi Berdarah Kanjuruhan Malang, Kubu Habib Rizieq Singgung KM 50, Aparat Sangat Keterlaluan

Aziz Yanuar pengacara Habib Rizieq Shihab (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Pengacara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, mengutuk keras tragedi berdarah Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan suporter Arema atau Aremania.

Atas insiden tragedi berdarah itu, Aziz Yanuar mendesak Kapolri mencopot seluruh komandan yang bertanggungjawab di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

“Jika bicara hukum dan keadilan. Maka seret seluruh aparat yang diterjunkan yang ada di sana. Copot seluruh komandan yan bertanggungjawab di daerah itu tanpa terkecuali,” kata Aziz saat dihubungi Pojoksatu.id, Senin (3/10/2022).

Menurut Aziz, aparat yang ditugaskan di stadion Kanjuruhan Malang, tugasnya untuk menjaga ketertiban para suporter Arema.


“Apapun alasannya yang diterjunkan di sana tujuannya menjaga ketertiban, bukan membunuh rakyat,” ujarnya.

 

Baca Juga :

Pengamat Intelijen Bongkar Dalang Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan Malang, Oh Ternyata Ini

Aziz Yanuar tak merasa heran, begitu banyak bukti kekerasan yang dilakukan aparat terhadap masyarakat.

Salah satu bukti nyata, kata dia, insiden pembunuhan laskar FPI di Tol Cikampek KM 50.

“Banyak sudah bukti kekerasan dari mereka. Ini sangat keterlaluan dan sering sekali berulang,” tegasnya.

Karena itu, Aziz menyindir para apara yang represif dalam bertugas. Mereka yang digaji dengan uang pajak rakyat, harus menjadi pengayom terhadap masyarakat.

“Harusnya mikir bahwa dari ujung kepala hingga kaki mereka bahkan sampai keluarga mereka itu dibiayai oleh rakyat. Jadi malu harusnya jika sama rakyat begitu,” ujarnya.

Hujani Suporter Arema Gas Air Mata

Aremania memberikan kesaksian terkait tragedi berdarah Kanjuruhan Malang. Dari VIP, suporter Arema bernama Rangga ini melihat polisi menembakkan 5 kali gas air mata dan 2 mengarah ke penonton di tribun.

Sementara 3 kali tembakkan gas air mata jatuh ke dekat tribun untuk menghalau penonton.

 

Baca Juga :

Video Viral Tentara Ikut Menendang dan Memukuli Aremania di Kanjuruhan, Fadli Zon : Brutal

Rangga melihat ada 1 gas air mata yang jatuh di antara tribun 2 dan 4. Selain itu ada 2 gas air mata yang jatuh di antara tribun 10 hingga 13.

Lalu ada 2 gas air mata yang ditembakkan langsung ke tribun 12 dan tribun 14 yang masih penuh penonton.

“Gas air mata ini ditembakkan ke tribun. Saya lihat sendiri di tribun 12 dan 14 itu langsung mengenai kerumunan. Seharusnya itu kan ke udara,” jelas Aremania ini geram.

Gas air mata yang ditembakkan ke tribun 12 dan 14 itu sontak membuat suporter panik dan berhamburan.

“Saya yang duduk di VIP juga kerasa pedas dan perih di mata. Padahal VIP tidak ditembak gas air mata, hanya kena asapnya saja,” katanya.

“Bayangkan yang langsung ditembak ke kerumunan bagaimana rasanya? Mereka berhamburan panik dan bisa dibayangkan pintu keluar tribun itu kecil,” jelas Aremania soal tragedi berdarah Kanjuruhan Malang ini. (firdausi/pojoksatu)