Sayangkan Diseret ke Politik, Ini Jawaban KPK Soal Tudingan Kriminalisasi Anies Baswedan

Anies Baswedan dan tuduhan dikriminalisasi KPK (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – KPK menjawab tudingan upaya kriminalisasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. KPK menyayangkan kasus Formula E ini diseret-seret ke politik.

Ali Fikri memastikan bila pengusutan perkara di KPK murni penegakan hukum, termasuk kasus Formula E, dan bukan upaya kriminalisasi Anies Baswedan.

Ali Fikri yang kini menjabat Kabag Pemberitaan KPK ini memastikan bila pengusutan perkara di KPK adalah murni penegakan hukum.

Menurut Ali, KPK menyayangkan adanya opini yang menyebut pimpinan KPK memaksakan penanganan perkara Formula E ini.


Padahal gelar perkara dilakukan secara terbuka dan memberikan kesempatan semua pihak untuk menyampaikan pendapatnya.

Baca Juga :

Manuver Politik NasDem Umumkan Anies Capres 2024 di Tengah ‘Goyangan’ KPK

“Tuduhan-tuduhan yang kontraproduktif ini tentu tidak hanya bergulir kali ini, namun terus ada. Bahkan sejak awal-awal KPK berdiri dan memulai tugasnya dalam menangani perkara korupsi,” ujar Ali dalam keterangannya, Senin (3/10/2022).

Disebutkan Ali Fikri, KPK juga sangat menyayangkan, proses penanganan perkara Formula E yang telah taat azas dan prosedur hukum ini, justru kemudian diseret-seret dalam kepentingan politik oleh pihak-pihak tertentu.

“Meski begitu, KPK akan terus konsisten dan berkomitmen untuk menangani setiap perkara dugaan tindak pidana korupsi sesuai tugas, kewenangan dan UU yang berlaku,” jelasnya.

Disebutkannya lagi, dalam proses internal KPK, pada setiap penanganan perkara adalah dengan melakukan ekspose atau gelar perkara.

Dalam gelar perkara tersebut dipaparkan hasil pengumpulan informasi oleh tim, untuk mendapatkan saran dan masukan dari seluruh pihak yang ikut dalam forum tersebut.

Dan pembahasan juga dilakukan secara konstruktif dan terbuka dalam forum tersebut.

“Semua peserta ekpose punya kesempatan sama untuk menyampaikan analisis maupun pandangannya sehingga dengan sistem dan proses yang terbuka tersebut, penanganan perkara di KPK dipastikan tidak bisa diatur atau atas keinginan pihak-pihak tertentu saja,” katanya.

Baca Juga :

NasDem Resmi Usung Anies Sebagai Capres 2024, Surya Paloh: Kami Yakin

Kendati demikian, Ali memastikan KPK bakal konsisten dan komitmen dalam menangani perkara tersebut sesuai dengan tugas, kewenangan dan peraturan yang berlaku.

Oleh sebab itu, Ali juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi kepentingan dan di luar penegakan hukum.

“KPK mengajak masyarakat untuk terus mengawasi proses penanganan perkara ini dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang sengaja dihembuskan untuk kepentingan dan agenda di luar konteks penegakan hukum,” sebut Ali.

BW Ungkap Upaya Kriminalisasi

Sebelumnya, mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto menduga ada upaya untuk mengkriminalisasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kasus Formula E.

Pria yang akrab disapa BW ini menuding upaya itu dilakukan oleh sebagian pimpinan KPK.

“Ada indikasi sangat kuat sekali keinginan sebagian pimpinan KPK untuk melakukan upaya politik kriminalisasi untuk menjegal dan menjagal Anies Baswedan,” kata BW, Sabtu (1/10).

Bambang mengatakan belum bisa menjelaskan detail mengenai upaya-upaya tersebut.

Dia mengatakan akan menjelaskannya secara gamblang pada waktunya.

“Nampaknya hal itu tinggal menunggu waktu saja,” kata Bambang Widjojanto yang terkenal dalam kasus Cicak dan Buaya ini.

Menurut dia, KPK telah diseret untuk permainan politik. Dan kalau ini terbukti, tudingan adanya nir-integritas sebagian pimpinan KPK telah memperoleh legitimasinya.

Dan hal ini akan menghancurkan kredibilitas lembaga KPK jika terbukti ada kriminalisasi Anies. (ikror/pojoksatu)