Pemain Persebaya Ungkap Cerita Mencekam Tertahan 1 Jam di Mobil Polisi Usai Dikejar Aremania ke Ruang Ganti

Momen pemain Arema diamankan keluar lapangan usai laga Arema vs Persebaya yang ricuh (ist)

POJOKSATU.id, SURABAYA — Tragedi Kanjuruhan Malang menyisakan cerita tak biasa bagi pemain Persebaya. Bagaimana suasana mencekam di barracuda polisi usai pemain dikejar Aremania ke ruang ganti.

Dalam lima menit waktu yang diberikan aparat keamanan, pemain Persebaya berlarian masuk ke mobil barracuda polisi yang sudah disiagakan di depan stadion.

Dalam tayangan You Tube Gustu Chanel yang diunggah Minggu (2/10) terlihat suasana mencekam usai pertandingan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang.

Pemain Persebaya dan ofisial terlihat hanya berselebrasi sebentar sambil berlari menuju ruang ganti pemain.


Di belakang mereka, suporter Arema terlihat mengejar dan segera dihalau polisi yang berjaga di depan ruang ganti.

Tak lama kemudian ofisial dan pemain Persebaya berlari menuju mobil barracuda Brimob yang sudah disediakan di depan stadion.

Baca Juga :

Kesaksian Pelatih Arema Ini Membuatnya Terguncang, 4 Suporter Meninggal di Ruang Ganti Pemain

“Cepat-cepat,” teriak polisi dan tentara yang berjaga membentuk barisan sambil menggerakkan tangannya.

Bek Persebaya Arief Catur memberikan kesaksian bagaimana para pemain hanya diberi waktu 5 menit untuk ganti baju.

Agar bisa keluar dari kompleks stadion dengan selamat. Empat kendaraan taktis sudah disiapkan di depan stadion.

Para pemain Persebaya menunggu di dalam mobil barracuda polisi.

Tapi kendaraan tidak kunjung bergerak. Tidak bisa bergerak. Jalan keluar dari stadion penuh oleh manusia. Arief Catur mengatakan bahwa timnya sempat tertahan selama satu jam di depan stadion.

Para pemain Persebaya sempat selebrasi di dalam kendaraan polisi itu tapi hanya satu menit. Selebrasi mereka terhenti oleh kilatan nyala api tidak jauh dari mereka.

“Selesai pertandingan kami dikasih waktu lima menit masuk ruang ganti, terus masuk barracuda, tetapi diadang Aremania. Satu jam lebih tidak bisa jalan,” ungkap bek kiri berusia 23 tahun tersebut.

Baca Juga :

Pengamat Intelijen Bongkar Dalang Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan Malang, Oh Ternyata Ini

Dengan pengawalan ketat, skuad Persebaya akhirnya bisa meninggalkan Stadion Kanjuruhan dan tiba di Surabaya pada Minggu (2/10/2022) dini hari WIB.

“Sampai Plaza Marina pukul tiga-an, menjelang subuh,” tutur Arief.

Terkait tragedi Kanjuruhan Malang yang memakan ratusan korban meninggal dunia, Arief Catur berharap ini menjadi yang terakhir.

“Semoga ke depannya tidak terulang lagi hal yang sama. Jadikan ini yang terakhir, karena nyawa dan kemanusiaan di atas segalanya,” ujar Arief bek kiri Persebaya memberikan kesaksian soal tragedi berdarah di Kanjuruhan Malang.(ikror/pojoksatu)