Update Terbaru, Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Malang 180 Orang, Mayoritas Terinjak

Anak kecil menjadi korban Tragedi Kanjuruhan Malang. Update terbaru korban mencapai 180 orang (jpc)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Korban meninggal tragedi Kanjuruhan Malang terus bertambah. Update terbaru dari Dinkes Malang, korban tewas mencapai 180 orang, mayoritas terinjak-injak.

Dengan update terbaru korban meninggal kerusuhan suporter Arema dari Dinkes Malang ini, begitu beda jauh dengan data yang disampaikan Presiden Jokowi yang hanya 129 orang.

Kabar terbaru korban kerusuhan suporter Arema dengan polisi ini telah mencapai 180 orang hingga Minggu siang. Bisa saja kemungkinan terus bertambah.

”Meninggal dunia 180 orang,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo, Minggu (2/10) siang.


”Sebanyak 25 jenazah masih belum teridentifiksai,” terang Wiyanto lagi.

Penyebab korban meninggal dunia disebut Wiyanto akibat terinjak-injak dan mereka kehabisan napas dan dadanya kesakitan akibat.

Baca Juga :

Terbaru, Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Malang Disebut 153 Orang, Bukan 127 Orang

“Akibat terinjak-injak. Memang sesak napas karena terinjak-injak,” ungkap Wiyanto.

Jenazah 180 suporter Arema Malang ini masih berada di 10 rumah sakit di Kabupaten dan Kota Malang.

Mereka langsung dibawa ke beberapa rumah sakit sejak kerusuhan yang terjadi pada malam sebelumnya.

Sementara itu, sebanyak 191 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit karena luka-luka yang dideritanya.

Wiyanto Wijoyo mengatakan, jenazah 25 orang tengah diidentifikasi di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dan beberapa rumah sakit lain di Malang.

Presiden Terima Laporan 129 Orang

Melalui You Tube Sekretariat Presiden, Jokowi memberikan pernyataan soal Tragedi Kanjuruhan Malang dimana hingga Minggu siang 129 orang meninggal dan 180 orang dirawat di RS.

Baca Juga :

Tragedi Kanjuruhan Malang, 10 Mobil Polisi Dibakar dan Digulingkan Suporter Arema

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang, saudara-saudara kita di tragedi sepakbola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur,” kata Jokowi di Youtube Setpres, Minggu (2/10).

Jokowi mengaku telah meminta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus layanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar segera mendapatkan pelayanan terbaik.

“Saya juga telah memerintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketua umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepakbola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraanya,” katanya.

“Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini,” kata Jokowi dengan suara meninggi.

“Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan,” tegas Jokowi masih dengan suara meninggi.

Presiden Jokowi menyesalkan terjadinya tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 129 orang. Dimana dalam update terbaru Dinkes Malang, korban telah mencapai 180 orang. (ikror/pojoksatu)