Tragedi Kanjuruhan Dipicu Aremania Kecewa Usai 23 Tahun Timnya Tak Pernah Kalah di Kandang

Ulah Aremania yang kecewa menyebabkan 127 orang tewas di Stadion Kanjuruhan (ist)

POJOKSATU.id, MALANG – Tragedi Kanjuruhan Malang dipicu Aremania yang kecewa akibat timnya kalah dari Persebaya. Selama 23 tahun terakhir Arema tak pernah kalah di kandang.

Aremania kecewa akibat tim kesayangannya kalah-2-3 dari tim tamu Persebaya Surabaya. Padahal pertandingan ini sejatinya hanya derby antara tim Jawa Timur.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menjelaskan tragedi Kanjuruhan Malang ini terjadi usai pertandingan Arema vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022).

Irjen Nico dalam konferensi pers di Polres Malang, Minggu (2/10/2022) mengatakan, terkait proses pertandingan, semuanya berjalan normal dan tidak ada permasalahan.


“Permasalahan terjadi pada saat laga selesai, terjadi kekecewaan dari para penonton yang melihat tim kesayangannya tidak pernah kalah selama 23 tahun bertanding di kandang sendiri,” katanya.

Baca Juga :

Tragedi Kanjuruhan Malang, 10 Mobil Polisi Dibakar dan Digulingkan Suporter Arema

Nico menyebut Aremania kecewa timnya kalah, penonton ini lalu turun ke tengah lapangan dan berusaha mencari para pemain dan ofisial Persebaya Surabaya untuk melampiaskan kekecewaannya.

Dalam proses pencegahan suporter turun ke lapangan ini, polisi lalu menembakkan gas air mata karena para suporter sudah anarkis.

Aremania, kata Nico, menyerang petugas kepolisian hingga merusak sejumlah fasilitas stadion.

“Mereka (Aremania) pergi keluar di satu titik, di pintu keluar yaitu kalau nggak salah pintu 10. Kemudian terjadi penumpukan. Di dalam proses penumpukan itulah terjadi kurang oksigen,” katanya.

“Yang oleh tim medis dan tim gabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion. Kemudian juga dilakukan evakuasi ke beberapa rumah sakit,” ujarnya.

Terburuk di Tanah Air

Kerusuhan yang terjadi usai Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Kanjuruhan Malang menjadi tragedi terburuk atau terbesar dalam sejarah sepakbola Tanah Air.

“Telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri,” ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta.

Baca Juga :

Tragedi Kanjuruhan Malang, Mahfud MD Ungkap Kelebihan Penonton di Stadion, Tiket Dicetak 42.000

Beberapa kicauan di media sosial bahkan menyebutkan jumlah korban yang meninggal sebanyak 153 orang.

Tragedi Kanjuruhan Malang ini telah menjadi sejarah terburuk terbesar dalam sejarah sepakbola Tanah Air dengan jumlah korban meninggal 127 orang.

PSSI Minta Maaf

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan meminta maaf dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan pihak yang terkait dengan peristiwa nahas itu.

Dalam rilis yang dikeluarkan PSSI pada Minggu (2/10) dini hari, korban meninggal dari tragedi Kanjuruhan berasal dari suporter dan aparat kepolisian.

“PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan,” kata Iriawan.

“Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang,” ucap Iriawan menambahkan.

Selanjutnya PSSI mendukung pihak kepolisian menyelidiki kasus ini. Menurut PSSI insiden nahas di Stadion Kanjuruhan mencoreng wajah sepak bola Indonesia.

Ulah Aremania yang kecewa ini telah menjadi catatan terburuk dalam sejarah sepakbola Tanah Air. (ikror/pojoksatu)