Terima Perintah Khusus Jokowi, Kapolri dan Menpora Sudah Tiba di Kanjuruhan Malang, Ini Agendanya

Mobil polisi ikut dibakar saat tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 182 orang (antara foto)

POJOKSATU.id, MALANG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menpora Zainudin Amali tiba di Malang, Minggu sore (2/10) usai ‘dimarahi’ dan menerima perintah khusus Jokowi terkait tragedi Kanjuruhan.

Menpora dan Kapolri langsung menuju Stadion Kanjuruhan dan rumah sakit untuk menjenguk korban kerusuhan laga Arema vs Persebaya pada Sabtu malam.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Kapolri berangkat dari Jakarta menuju Malang pukul 14.00 WIB dan mendarat sekitar pukul 15.45 WIB.

“Kapolri mau cek stadion dan rumah sakit terlebih dahulu menengok korban yang sedang dirawat,” kata Dedi.


Dalam peninjauan, Kapolri bersama Menpora Zainudin Amali.

Baca Juga :

Data Terkini 182 Suporter Arema Meninggal Dunia, Ini Tanggapan Presiden Arema FC

“Kapolri akan melaksanakan rapat dengan Menpora dan pemerintah daerah setempat dan hasilnya akan dievaluasi terlebih dahulu tentunya nanti akan disampaikan kepada rekan-rekan media,” katanya.

 

Presiden Minta Usut Tuntas

Presiden Jokowi menanggapi meninggalnya 129 suporter Arema dan polisi di Kanjuruhan Malang. Suara Jokowi terdengar meninggi menyikapi tragedi Kanjuruhan ini.

Melalui You Tube Sekretariat Presiden, Jokowi memberikan pernyataan soal Tragedi Kanjuruhan Malang dimana hingga Minggu siang 129 orang meninggal dan 180 orang dirawat di RS.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang, saudara-saudara kita di tragedi sepakbola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur,” kata Jokowi di Youtube Setpres, Minggu (2/10).

Jokowi mengaku telah meminta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jatim untuk memonitor khusus layanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar segera mendapatkan pelayanan terbaik.

Baca Juga :

Update Terbaru, Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Malang 180 Orang, Mayoritas Terinjak

“Saya juga telah memerintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketua umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepakbola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraanya,” katanya.

“Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini,” kata Jokowi dengan suara meninggi.

“Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan,” tegas Jokowi masih dengan suara meninggi.

Presiden Jokowi menyesalkan terjadinya tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 129 orang.

Dia berharap ini menjadi tragedi terakhir sepakbola di Tanah Air.

“Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang,” katanya.

“Sportivitas, rasa kemanusiaan dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama,” kata Jokowi dalam siaran You Tube Sekretariat Presiden. (ikror/pojoksatu)