Suaranya Terdengar Meninggi, Jokowi : Saya Minta Kapolri Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan Malang

Presiden Jokowi sikapi tragedi Kanjuruhan Malang (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Presiden Jokowi menanggapi meninggalnya 129 suporter Arema dan polisi di Kanjuruhan Malang. Suara Jokowi terdengar meninggi menyikapi tragedi Kanjuruhan ini.

Melalui You Tube Sekretariat Presiden, Jokowi memberikan pernyataan soal Tragedi Kanjuruhan Malang dimana hingga Minggu siang 129 orang meninggal dan 180 orang dirawat di RS.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang, saudara-saudara kita di tragedi sepakbola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur,” kata Jokowi di Youtube Setpres, Minggu (2/10).

Jokowi mengaku telah meminta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus layanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar segera mendapatkan pelayanan terbaik.


“Saya juga telah memerintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketua umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepakbola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraanya,” katanya.

Baca Juga :

Terbaru, Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Malang Disebut 153 Orang, Bukan 127 Orang

“Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini,” kata Jokowi dengan suara meninggi.

“Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan,” tegas Jokowi masih dengan suara meninggi.

Presiden Jokowi menyesalkan terjadinya tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 129 orang.

Dia berharap ini menjadi tragedi terakhir sepakbola di Tanah Air.

“Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang,” katanya.

“Sportivitas, rasa kemanusiaan dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama,” kata Jokowi dalam siaran You Tube Sekretariat Presiden.

 

Kapolda Diminta Pidanakan Panpel

Sementara itu, Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyebut aparat kepolisian yang tidak sebanding dengan jumlah penonton, telah secara membabi buta menembakkan gas air mata.

Sehingga menimbulkan kepanikan terhadap penonton yang jumlahnya ribuan.

Akibatnya, banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan. Sehingga, banyak jatuh korban yang terinjak-injak di Stadion Kanjuruhan Malang.

Baca Juga :

Tragedi Kanjuruhan Malang, 10 Mobil Polisi Dibakar dan Digulingkan Suporter Arema

“Padahal, penggunaan gas air mata di stadion sepak bola sesuai aturan FIFA dilarang,” tegas Sugeng dalam keterangan tertulis Minggu (2/10).

Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa.

“Oleh karena itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit harus mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat,” tegas STS panggilan akrabnya.

Menurut Sugeng, Kapolres Malang bertanggung jawab dalam mengendalikan pengamanan pada pertandingan antara tuan rumah Arema Malang melawan Persebaya Surabaya.

“Saya juga meminta Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta untuk mempidanakan panitia penyelenggara pertandingan antara Arema vs Persebaya pada Sabtu 1 Oktober 2022,” tegas Sugeng soal tragedi Kanjuruhan Malang ini. (ikror/pojoksatu)