Setelah Tragedi Kanjuruan Malang, Baru PSSI Mau Pertimbangkan tak Main Laga Liga 1 Malam Hari

Detik-detik tragedi Kanjuruhan Malang
Detik-detik tragedi Kanjuruhan Malang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah tragedi Kanjuruhan Malang, baru PSSI mau pertimbangkan tak menggelar pertandingan Liga 1 pada malam hari.

Dalam tragedi Kanjuruhan Malang, tercatat keterangan resmi menyebutkan korban meninggal dunia mencapai 180 orang.

Sementara ratusan suporter lainnya mengalami luka dan masih dirawat di berbagai rumah sakit di Kota dan Kabupaten Malang.

Pertimbangan tak lagi menggelar pertandingan Liga 1 malam hari itu disampaikan Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam konferensi pers, Minggu 2 Oktober 2022.


“Dengan peristiwa ini, yang terjadi di malam hari, dan saran mempercepat jadwal jangan di malam hari ini akan menjadi pertimbangan PSSI dan PT LIB,” Kata Yunus Nusi.

Untuk laga Arema vs Persebaya alia el classico versi Jawa Timur itu memang digelar malam hari.

BACA: Indonesia Bisa Lolos Sanksi FIFA Akibat Tragedi Kanjuruhan Malang, Ini Alasannya

Kata Yunus, hal itu merupakan keputusan bersama sejumlah pihak terkait.

“Laga Arema FC melawan Persebaya ini sudah disepakati. Kerja sama dengan PSSI, PT LIB, klub dan panpel adalah keputusan bersama,” jelasnya.

Akan tetapi, pihaknya sama sekali tak menyangka laga itu akan berakhir dengan kerusuhan sampai ratusan nyawa melayang.

Sebab, laga di Kanjuruhan Malang itu tidak dihadiri oleh pendukung fanatik Persebaya, Bonek.

“Apalagi tidak ada rivalitas dalam satu stadion yang kemungkinan tidak akan terjadi hal negatif seperti kerusuhan dan pertikaian. Itu sangat jauh kita prediksi,” ungkapnya.

Yunus juga menyatakan sama sekali tak berfikir laga akan berakhir dengan kerusuhan.

BACA: Stadion Cornella-El Prat Satu Menit Hening Sebelum Kick off Espanyol vs Valencia, Tanda Duka atas Tragedi Kanjuruhan Malang

Terlebih juga ada kesepakatan bersama melarang pendukung tim tamu datang ke Kanjuruhan.

“Seperti tim tamu tidak diperbolehkan datang karena sudah disepakati bersama-sama, dan tidak terjadi apa-apa,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan melalui web resminya sangat menyesalkan tindakan Aremania yang merangsek lapangan usai laga.

“PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan,” ujarnya.

Untuk itu, PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang.

Iwan Bule, panggilan akrabnya, juga menyatakan sepenuhnya mendukung kepolisian untuk menyelidiki kasus ini.

BACA: Beda Laporan Diterima Jokowi, Korban Tragedi Kanjuruhan Malang jadi 187 Orang Meninggal Dunia !

Sebab, tragedi Kanjuruhan Malang itu telah mencoreng wajah sepak bola Indonesia.

Atas kejadian ini, PSSI menghentikan sementara kompetisi Liga 1 sampai sepekan mendatang.

Selain itu, PSSI langsung menjatuhkan sanksi kepada Arema.

“Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini,” tandas Iwan Bule. (AdeGP/pojoksatu)