Menteri Muhadjir Singgung Gas Air Mata di Kanjuruhan, harus Ada yang Tanggung Jawab !

Tembakan gas air mata ke tribun penonton di Stadion Kajuruhan Malang

POJOKSATU.id, MALANG – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy angkat bicara terkait penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Disebut-sebut, ratusan nyawa suporter Arema melayang dalam tragedi Kanjuruhan Malang karena tembakan gas air mata oleh polisi.

Akibat gas air mata itu, ratusan Aremania mengalami sesak nafas dan pingsan ditambah berdesak-desakan kekurangan oksigen saat keluar dari stadion.

Muhadjir Effendy menyampaikan, Presiden Jokowi telah memberi perintah untuk segera melakukan investigasi kejadian tersebut.


Pemerintah juga menyesalkan karena sudah memberikan kelonggaran untuk penyelenggaraan pertandingan sepak bola di Indonesia.

BACA: PSSI Jangan Kambinghitamkan Malang, Tanggung Jawab dan Jantan untuk Mundur !

Itu disampaikan Muhadjir di Malang usai melihat langsung stadion Kanjuruhan dan korban luka yang tengah dirawat di rumah sakit.

“Ketika pandemi Covid-19 sudah menjadi endemi, ada kejadian memilukan seperti ini. Ini harus ada yang bertanggungjawab,” tegasnya, dikutip pojoksatu.id dari Radar Malang.

Muhadjir menyatakan, seluruh kompetisi sepak bola di Indonesia saat ini dihentikan untuk sementara waktu.

Akan tetapi, ia tak menjelaskan secara pasti sampai kapan penghentian sementara itu dilakukan.

Selain itu, Muhadjir juga mengatakan sudah mengetahui soal penembakan gas air mata yang dilakukan aparat kepolisian di Stadion Kanjuruhan.

Meski begitu, Muhadjir enggan berkomentar banyak terkait hal itu.

BACA: Setelah Tragedi Kanjuruan Malang, Baru PSSI Mau Pertimbangkan tak Main Laga Liga 1 Malam Hari

Sebaliknya, ia menyerahkan sepenuhnya kepada instansi terkait untuk pengusutan.

Demikian juga terkait siapa pihak yang harus bertanggung jawab terkait hal itu.

“Wong investigasi masih akan dilakukan. Kalau soal protap gas air mata kita lihat dari hasil (investigasi) kepolisian,” tandanya.

Sementara, dari video yang didapat redaksi pojoksatu.id, menunjukkan sejumlah korban meninggal dunia tergeletak.

Sebagian besar dari korban meninggal dunia itu wajahnya sudah berubah menjadi ungu.

Petugas kesehatan pun melakukan pendataan dan identifikasi terhadap para korban meninggal dunia tersebut.

BACA: Cerita Bomber Arema FC, Abel Camara Lihat Langsung 7-8 Orang Meninggal di Ruang Ganti Kanjuruhan

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta tidak memberikan jawaban tegas terkait dugaan gas air mata penyebab ratusan suporter Arema meninggal dunia.

“Terjadi penumpukan. Di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen,” kata Nico di Polres Malang, Minggu 2 Oktober 2022 dini hari.

Nico juga menyebut, polisi terpaksa menggunakan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya itu.

“Karena (suporter Arema FC) sudah anarkis dan menyerang petugas,” kata dia. (AdeGP/pojoksatu)