2 Aremania Suami Istri Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan Malang, Dimakamkan Satu Liang Lahat, Anaknya Selamat

Aremania yang merupakan pasangan suami istri, Yulianton (40) dan Devi Ratna S (30) menjadi korban jiwa tragedi Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Foto: instagram inews
Aremania yang merupakan pasangan suami istri, Yulianton (40) dan Devi Ratna S (30) menjadi korban jiwa tragedi Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Foto: instagram inews

POJOKSATU.ID, MALANG – Dua Aremania yang merupakan pasangan suami istri jadi korban tragedi Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10) malam. Keduanya adalah M Yulianton (40) dan Devi Ratna S (30) meninggal dunia dalam kerusuhan pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya itu.

Aremania pasutri ini merupakan warga Jalan Bareng Raya 2 G, RT 14 RW 8, Kota Malang, Jawa Timur. Jenazah mereka dimakamkan di satu liang lahat, Minggu (02/10).

Yulianton dan Devi diketahui menonton langsung pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022/23 bertajuk Derbi Jatim itu di Stadion Kanjuruhan Malang.

Mereka bersama anaknya, M Alfiansyah (11) ke stadion sekaligus merayakan ulang tahun putranya itu.


Namun momen bahagia itu malah berakhir tragis dengan terjadinya kerusuhan yang menyebabkan Yulianton dan Devi meregang nyawa.

BACA JUGA : PSSI Bikin Pengakuan soal Tragedi Kanjuruhan Malang, Ternyata Pernyataan Polisi Benar

Untungnya, putra mereka Alfiansyah selamat dalam insiden Kanjuruhan rusuh itu.

Doni (43), saudara korban, menuturkan, saat itu dia juga ikut menyaksikan laga derbi Jawa Timur itu.

Dirinya menemukan keberadaan kedua korban di Stadion Kanjuruhan setelah ditolong oleh orang lain.

Setelah itu dievakuasi keluar stadion dan dibawa ke RS Teja Husada, Kabupaten Malang.

“Jenazah sampai rumah sekitar subuh. Rencananya, dimakamkan di TPU Mergan (Kota Malang) satu liang lahat,” kata Doni, dikutip dari INews, Minggu (02/10).

BACA JUGA : Kapolri Didesak Ganti Kapolda Jatim dan Kapolres Malang, Imbas 182 Suporter Arema Tewas

Menurut Doni, Aremania pasutri ini meninggal dunia karena terdesak oleh suporter lainnya yang akan keluar Stadion Kanjuruhan yang sudah rusuh.

Mereka juga diperkirakan kekurangan oksigen dan banyak menghirup gas air mata.

Adapun Alfiansyah lolos dari maut setelah mendapat pertolongan dari polisi.

“Kemungkinan saudara saya ini terdesak penonton lain, kemudian jatuh dari tangga tribun. Mukanya sudah membiru pucat. Anaknya minta bantuan ke polisi sehingga bisa selamat,” katanya.

BACA JUGA : DPR Beberkan Polisi Langgar UU Keolahraga Terkait Gas Air Mata, Usut Tewasnya 129 Orang di Kanjuruhan

Lebih jauh Doni membeberkan kalau Devi baru pertama kali menyaksikan pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan. Sedangkan, almarhum Yulianton sudah sering menonton sebelumnya.

Menurutnya, anak almarhum akan merayakan ulang tahunnya pada November mendatang.

“Orangtuanya (kedua korban) ingin sekali merayakan ulang tahun anaknya sebenarnya,” tuturnya. (medil/pojoksatu)