Lapor Polisi Terkait Peretasan Narasi TV, Nikita Mirzani ke Najwa Shihab : Lu Geger Otak ?

Nikita Mirzani sindir Najwa Shihab

POJOKSATU.id, JAKARTA- Aktris kontroversi Nikita Mirzani lagi-lagi menyinggung Najwa Shihab di media sosial terkait peretasan media sosial Redaksi Narasi TV.

Nikita menyindir Najwa Shihab atas laporannya ke Bareskrim.

Saat itu Najwa Shihab mengatakan tak percaya polisi, dan hanya percaya kepada polisi tidur.

Ucapan Najwa saat itu bukan tanpa alasan, semua masyarakat pun melihat polisi lambat menangani kasus panjang Ferdy Sambo.


“Aduh Najwa Shihab, eh kalo lu mau julid dengan cara yang smart, ngapain lu lapor polisi gara-gara diretas akun lu. Lu geger otak, lupa lu, ” kata Nikita

Kemudian Nikita menyebut nama Anies Baswedan di video tersebut,

“Kenapa gak minta tolong sama bestie lu, Anies Baswedan”, katanya.

BACA : Redaksi Narasi TV Diserang Hacker, Kuasa Hukum Laporkan Kasus Ini ke Bareskrim Polri

Diberitakan sebelumnya, Tim kuasa hukum Narasi lapork ke Bareskrim Polri terkait serangan penolakan layanan secara terdistribusi atau (DDoS) yang menimpa portal media itu, Jumat.

Laporan tersebut telah diterima dan teregistrasi dengan Nomor: STTL/365/IX/2022/Bareskrim Polri.

Serangan DDoS tersebut adalah rangkaian serangan digital yang dialami Narasi, setelah aset-aset digital 37 kru redaksi dan mantan redaksi diretas sejak Sabtu (24/9) lalu.

“Jadi kami hari ini melakukan pelaporan terkait adanya peretasan terhadap website teman-teman Narasi. Tapi hari ini kami mewakili secara perusahaan, yang memang diduga website-nya diretas,” kata Ade Wahyudin, kuasa hukum Narasi, di Bareskrim Polri.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyatakan siap membantu kru Narasi TV untuk menelusuri peretasan yang dialami dengan mengerahkan Direktorat Siber Bareskrim Polri.

“Silakan laporkan saja, Polri ada Direktorat Siber, nanti akan kami bantu telusuri,” kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Menurut jenderal bintang empat itu, jika laporan sudah diterima maka Tim Siber tidak bekerja sendiri, tapi menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mendalami pelaku peretas yang sebenarnya.

“Polri bekerja sama dengan rekan-rekan BSSN untuk bisa mendalami siapa peretasnya,” kata Sigit. (ade/pojoksatu)