Ikuti Saran KPK, MA Langsung Perkuat Kolaborasi Cegah Korupsi di Tingkat Peradilan

Mahkamah Agung atau MA (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Karo Humas dan Hukum Mahkamah Agung (MA), Sobandi, langsung berbenah usai Ketua KPK Firli Bahuri menyarankan sejumlah langkah perbaikan agar praktik korupsi tidak terulang di lingkungan MA.

Menurut Sobandi, pihaknya sangat terbuka atas saran dan masukan KPK. Pihaknya juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan lembaga-lembaga yang terkait seperti KPK dan Komisi Yudisial (KY).

“Tentunya kami ikuti masukan, rekomendasi atau supervisi dari KPK dan juga KY untuk langkah tindak lanjut,” kata Sobandi, Rabu (28/9/2022).

Sobandi menuturkan, selama ini MA sudah melakukan langkah-langkah kebijakan untuk meningkatkan kualitas manajemen sumber daya manusia.


Pihaknya juga terus berupaya meningkatkan kualitas penerapan sistem manajemen anti-penyuapan (SMAP).

Baca Juga :

Usai Hakim Agung Kena OTT, Ketua KPK Ingin Cegah Korupsi di MA, Begini Langkah Sistemiknya

Sistem manajemen yang berstandar internasional ini (ISO) ditujukan untuk mencegah tindakan penyuapan.

“Reformasi birokrasi juga terus dilakukan termasuk melalui penyederhanaan proses manajemen perkara,” ungkapnya.

Namun Sobandi mengakui upaya tersebut masih jauh dari sempurna. Sehingga masih terhadi OTT di tubuh MA.

“Tentu tidak bisa berjalan sendirian, semangat kolaborasi dengan KPK, KY, juga dengan semua pihak akan terus dibangun,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan beberapa upaya perbaikan di lingkungan MA.

Salah satunya upaya yang disarankan Firli yaitu perlunya penerapan eksaminasi putusan hakim, transparansi pelaksanaan sidang kasasi dan PK, perekaman pelaksanaan sidang, juga peningkatan manajamen pegawai melalui pemetaan SDM dan kebijakan rotasi pegawai.

“Mutasi orang-orang yang terlalu lama dan pecah kelompok-kelompoknya,” tandas Firli. (firdausi/pojoksatu)