Gaji Guru PPPK Belum Cair 9 Bulan, Nadiem Makarim : Sabar

Mendikbud Ristek Nadiem Makarim

POJOKSATU.id, JAKARTAMendikbud Ristek Nadiem Makarim angkat bicara terkait gaji guru PPPK belum cair.

Nadiem Makariem meminta guru PPPK Bandar Lampung yang belum mendapat gaji selama 9 bulan untuk bersabar.

“Kita berharap bersabar, kita juga lagi memperjuangkan, berkoordinasi dengan Pemda-pemda,” kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komite III DPD RI, Selasa (27/9/2022).

Nadim mengatakan, untuk memecahkan masalah soal gaji PPPK ini tidak mudah.


Apalagi, kewenangan Mendikbud Ristek sangat terbatas dalam mengurusi perosalan PPPK.

BACA: 9 Bulan Guru PPPK Lampung Tak Digaji, DPR Warning Keras Nadiem Makarim

Menurut Nadiem, butuh kerjasama antara pihak terkait untuk mencarikan solusi terkait persoalan PPPK.

“Kami juga sangat terbatas otoritas kami untuk mendorong itu. Makanya kami harus berkerja dengan Mendagri,” ujarnya.

Tak hanya Kemendagri, Nadiem Makarim juga mengajak pihak-pihak terkait untuk bersama-sama memecahkan masalah PPPK.

“Kami juga harus berkerjasama dengan pihak-pihak lain untuk menghasilkan itu. Tidak lempar sana, lempar sini, Jadi kami mohon bersabar,” tuturnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR RI Ratih Megasari Singkarru meminta Nadiem Makarim untuk gerak cepat.

Itu terkait gaji guru PPPK Bandar Lampung yang belum mendapat gaji selama 9 bulan.

BACA: Punya 400 Ilmuwan Data dan Manajer, Nadiem Paparkan Kesalahannya di Hadapan Komisi X DPR

Terkait gaji P3K tolong pak Nadiem ini diproses cepat,” kata Ratih dalam rapat kerja bersama Mendikbud Ristek di Kompleks Senayan, Jakarta, dikutip Pojoksatu.id dari YouTube DPR, Selasa (27/9/2022).

Ratih mengatakan para guru PPPK itu sampai meminta bantuan hukum kepada pengacara Hotman Paris untuk memperjuangkan nasib mereka.

Karenanya, kata Politisi Partai NasDem itu, bantuan Nadiem Makarim sangat diharapkan mereka.

Ratih menyebutkan action cepat yang dilakukan oleh Kemendikbud Ristek dalam memperjuangkan nasib guru honorer atau pun PPPK akan sangat berarti bagi mereka.

“Bukan hanya untuk memenuhi hak mereka, namun juga menunjukkan rasa kepedulian kepada para pengajar tersebut,” tuturnya. (Mufit/Pojoksatu)