Putri Candrawathi Memang Super Nyebelin, 14 Tahun LPSK Berdiri Baru Sekali Ini Ketemu orang seperti Dia

Putri Candrawati saat menjalani rekonstrruksi pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua. Foto: JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terheran-heran dengan sikap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Sebab selama ini, sebagai pemohon, Putri Candrawathi tidak pernah mau terbuka saat diajak berkomunikasi.

Namun LPSK masa bodoh dengan sikap Putri Candrawathi itu.

Alasannya, selain posisinya Putri sebagai pemohon, yang bersangkutan juga yang butuh LPSK.


“Sepanjang LPSK berdiri, yang tidak bisa diajak komunikasi cuma dia (Putri),” ungkap Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu, kepada wartawan, Senin 26 September 2022.

BACA: Kamaruddin  Simanjuntak Wanti-wanti Jaksa Agung Agar Tolak ‘Doa’ Putri Candrawati

Edwin menuturkan, pihaknya memang ingin memberikan perlindungan kepada Putri.

Akan tetapi, salah satu tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua itu tak responsif.

Bahkan sebagai pemohon, Putri Candrawathi dinilai seakan tak menghargai LPSK.

“Dia (Putri) tidak responsif, gitu. Hanya dia pemohon yang seperti itu selama 14 tahun LPSK berdiri,” tuturnya.

Untuk diketahui, Putri telah mengajuakan permohonan perlindungan kepada LPSK di Propam Polri, pada 13 Juli 2022 lalu.

BACA: Blak-blakan Kapolri Soal Putri Candrawati Diistimewakan, Termasuk Kedekatan dengan Sambo, Dibeberkan ke Wanita Cantik Ini

Pengajuan permohonan perlindungan pun dilakukan secara tertulis oleh kuasa hukum Putri.

Itu karena ia mengaku jadi korban pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Joshua.

Akan tetapi kemudian, penyidik Bareskrim Polri menghentikan laporan Putri karena tidak menemukan adanya tindak pidana pelecehan yang dimaksud.

Sebaliknya, Putri malah yang sampai saat ini, jadi orang terakhir ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brgadir Joshua.

Putri pun menyusul suaminya, Ferdy Sambo, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka lebih dulu ketimbang dirinya.

BACA: Liciknya Putri Candrawati Punya Rekening Gendut Pakai KTP Ajudan Sambo, Katanya untuk Kedinasan

Bersama suaminya, Putri dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Dengan pasal tersebut, ia dan suaminya yang mantan Kadiv Propam Polri itu terancam hukuman mati.

Akan tetapi, sampai hari ini, penyidik tidak melakukan penahanan kepada Putri Candrawathi dengan alasan kemanusiaan. (Firdausi/pojoksatu)