Pasca Tangkap Koruptor Hakim Agung MA, Sosok Firli Bahuri Disebut Figur Potensial

Ketua KPK Firli Bahuri/ist

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pasca OTT di MA, nama Firli Bahuri kia meroket di mata buruh, kali ini Ketua KPK Firli Bahuri kembali mendapat dukungan dari Komunitas Persaudaraan Buruh Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Deklarator dukungan Yoga Pratama mengatakan, sosok Firli merupakan figur potensial di mata para buruh.

Pasalnya sosok Firli memang merupakan anak kampung yang memulai karirnya dari bawah.

“Kriteria pertama harus paham perjuangan kami. Dan itu mustahil dimiliki oleh mereka yang lahir di kasur yang empuk, yang hidupnya serba terjamin,” kata Firli, Senin (26/9/2022).


Menurutnya, perjalanan hidup Firli kontras dengan nama-nama lain yang diisukan bakal maju sebagai Capres atau Cawapres.

Firli juga, kata dia, merupakan sosok yang dibesarkan dari keluarga miskin. Bahlan sejak kecil ‘anak Lontar’ itu terbiasa bekerja keras. Karenan, para buruh pun menilai sosol Firil merupakan kreteria yang mengerti tentang perjuangsn anak buruh.

BACA : Peringati HUT RI ke-77, Firli Bahuri : Ini Momentum Tepat untuk Perangi Perilaku Koruptif

“Jadi Pak Firli ini bukan saja mengerti tapi juga merasakan bagaimana perjuangan jadi buruh,” terangnya.

Yoga melanjutkan, kriteria lain yang juga mesti dipenuhi ialah pemihakan terhadap kepentingan buruh.

Dalam konteks ini, ia menyebut keberanian Firli menindak dan memiskinkan koruptor masuk ke dalam kriteria tersebut.

“Karena buruh paling dirugikan oleh koruptor, kongkalikong antara pejabat dengan pemodal melahirkan kebijakan yang tidak pro kepentingan pekerja,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kata dia, sejauh ini Firli juga konsisten memerjuangkan nasib masyarakat bawah melalui tugas pemberantasan korupsi.

Bahkan yang terbaru, kepemimpinan Firli di KPK mencatatkan sejarah dengan menjerat dan menahan Hakim Agung dalam rangkaian OTT dugaan korupsi pengurusan perkara di MA.

“Di catatan kami, Pak Firli juga tidak terbelenggu kepentingan politik dan pemodal,” pungkasnya. (firdausi/pojoksatu)