Beberkan Telegram Kapolri Larangan Hedon, Najwa Shihab Beri ‘Pukulan Maut’ yang Kontra Dirinya

Najwa Shihab (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Presenter cantik Najwa Shihab seperti memberi pukulan maut kepada pihak yang kontra dirinya usai membeberkan telegram Kapolri berisi 7 larangan Polri pamer kemewahan atau hedon.

Telegram Kapolri berisi 7 larangan anggota Polri pamer kemewahan atau gaya hidup hedon, sudah ada sejak 2019 lalu jauh-jauh hari sebelum Najwa Shihab mengkritik gaya hidup hedon polisi ini.

Sebelumnya, Najwa Shihab sempat menyinggung kehidupan hedon anggota Polri yang berujung ramai disorot publik. Banyak pihak yang ikut menyentil Najwa Shihab, mulai artis Nikita Mirzani hingga Sahabat Polri.

Bahkan Najwa Shihab sempat didesak untuk meminta maaf kepada anggota Polri.


Alih-alih minta maaf, Najwa Shihab malah ‘memukul balik’ dengan menyampaikan larangan Kapolri soal pamer kemewahan bagi anggota Polri.

Baca Juga :

Najwa Shihab Dibela Habis-habisan Netizen, Kolom Komentar IG Sahabat Polisi Penuh, ‘Sahabat Sambo X’

Pernyataan Najwa Shihab ini seperti ‘pukulan maut’ untuk membungkam publik yang kontra dengan dirinya.

Video perbincangan Najwa ini kemudian diunggah oleh akun gosip Instagram @insta_julid, pada Jumat 23 September 2022.

“Sebenarnya ada aturan pamer kemewahan. Ini bukan kita yang bikin ini dari kepolisian sendiri,” ujar Andovi.

“Gua ingat Kapolri pernah bilang divisi Propam nggak bisa ngawasin semuanya, jadi masyarakat tolong kasih tahu ke kita kasih masukan kalau ngelihat ada anggota Polri yang melanggar ini,” ucap Najwa Shihab.

Najwa Shihab berbincang dengan Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez dalam membahas gaya hidup hedon Polri ini.

Adapun isi 7 larangan larangan anggota Polri pamer kemewahan tercatat diterbitkan melalui surat telegram Nomor (ST/30/XI/Hum.3.4/2019/Divpropam).

Baca Juga :

Masih Awet Muda dan Kerap Gaya ABG, Ternyata Usia Najwa Shihab Hampir Kepala Lima

1. Tidak menununjukkan, memakai, memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari baik dalam interaksi sosial di kedinasan maupun di area publik

2. Senantiasa menjaga diri, menempatkan diri pola hidup sederhana di lingkungan institusi Polri ataupun kehidupan bermasyarakat.

3. Tidak mengunggah foto atau video pada medsos yang menunjukkan gaya hidup yang hedonis karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

4. Menyesuaikan norma hukum, kepatutan, kepantasan, dengan kondisi lingkungan tempat tinggal.

5. Menggunakan atribut Polri yang sesuai dengan pembagian untuk penyamarataan.

6. Pimpinan kasatwil, perwira dapat memberikan contoh perilaku dan sikap yang baik, tidak memperlihatkan gaya hidup yang hedonis, terutama Bhayangkari dan keluarga besar Polri.

7. Dikenai sanksi yang tegas bagi anggota Polri yang melanggar

Mabes Polri memang telah menerbitkan Surat Telegram Nomor : ST/30/XI/HUM.3.4./2019/DIVPROPAM tertanggal 15 November 2019 tentang larangan hidup hedon bagi anggota Polri ini. (ikror/pojoksatu)