Jejak Politik Wanita Emas Hasnaeni Moein, Ditinggal Saiful Jamil tapi Enggak Ada Kapoknya

Hasnaeni wanita emas tersangka kasus korupsi mengamuk dan histeris saat dikeler ke mobil tahanan Kejaksaan Agung

POJOKSATU.id, JAKARTAWanita emas Hasnaein Moein kali pertama dikenal bukan sebagai seorang politisi.

Wajah wanita emas Hasnaein Moein kali pertama tampil di layar kaca melalui sinetron.

Hasnaein Moein saat itu ikut dalam sinetro ‘Jin dan Jun’ dan ‘Saras 008’.

Saat itu ia memakai nama Mischa Hasnaeni Moein.


Kurang sukses di dunia entertainment, anak mantan politikus PDIP Max Moein itu banting setir ke dunia kontraktor.

Ia mendirikan PT Misi Mulia Metrikal (MMM) yang terbaru malah mengantarkannya ke penjara.

BACA: Apa Peran Hasnaein Wanita Emas sampai jadi Tersangka Korupsi ? Ternyata Mulut Manis 

Lewat PT MMM itu pula, Hasnaeni jadi tersangka kasus korupsi yang perkaranya ditangani Kejaksaan Agung.

Kembali pada profil Hasnaeni Moein, ibu tiga anak itu lantas mulai terjun ke dunia politik.

 

Jejak Politik Wanita Emas

Catatan dan jejak politik Hasnaein Moein dimulai pada 2010 di Kota Tangerang.

Saat itu, ia memutuskan maju sebagai bakal calon wali kota di Pilkada Kota Tangerang.

Bersaing merebut kursi nomor satu di Kota Tangerang, wanita emas menggandeng Saiful Jamil sebagai bacawawalkot.

Akan tetapi, ia terpaksa urung mendaftar ke KPUD Kota Tangerang gegara kena ‘PHP’.

Pasalnya, sang pendamping, Saiful Jamil tiba-tiba memilih mundur.

Hasrat Hasnaeni Moein jadi Wali Kota Tangerang pun buyar.

BACA: Ogah Masuk Mobil Tahanan, Wanita Emas Histeris, Sampai Pakai Kursi Roda

Sebelumnya, ia tercatat pernah bergabung dengan Partai Hanura.

Kemudian menyeberang dan bergabung dengan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) bentukan Ryaas Rasyid.

Di partai itu, Hasnaeni didapuk sebagai salah satu ketua.

Tak patah arang, Hasnaeni memutuskan kembali maju di ajang Pilkada DKI Jakarta. Tepatnya pada 2012 silam.

Saat itu, ia percaya diri bisa masuk bursa cagub.

Salah satu yang ia andalkan adalah dukungan dari 25 parpol non parlemen.

Lagi-lagi, Hasnaeni gagal. Dia tak masuk sebagai salah satu kandidat.

Wanita Emas lantas bergabung dengan Partai Demokrat pada 2013 dan mendaftar dengan satu caleg DPR RI.

Saat itu, ia bertarung di Dapil DKI Jakarta 2 melalui dengan nomor urut 7. Tapi gagal.

Pada 2017 dia juga memutuskan kembali bertarung di Pilkada 2017.

BACA: Anak Mantan Pejabat, Hasnaeni Moein Ternyata Pernah Bintangi Sinetron Komedi Jin dan Jun

Dia bersikukuh maju lewat Partai Demokrat. Akan tetapi, Partai Demokrat menjatuhkan pilihan kepada ‘putra mahkota’, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Kecewa dengan SBY dan Demokrat, dia tak patah arang.

Pada 2018, ia kembali memutuskan untuk bertarung menuju Senayan.

Kali ini, Hasnaeni Moein maju sebagai caleg DPR RI dari PDI Perjuangan untuk Pemilu 2019.

Lagi-lagi, ambisinya di dunia politik pun kandas.

Dua Parpol Wanita Emas

Gagal ‘bersinar’ di pilkada dan parpol lain, Hasnaeni Moein memutuskan untuk mendirikan parpol sendiri.

Saat itulah ia mendapat ‘gelar’ sebagai wanita emas.

Panggilan itu didapat berkenaan dengan nama parpol yang ia dirikan.

BACA: Diterpa Goncangan Sana-sini, Hasnaeni Moein Ketua Partai Republik Satu Bawa Partainya Lolos Verifikasi KPU

Parpol itu adalah Partai Era Masyarakat Sejahtera disingkat menjadi Partai Emas.

Tapi lagi-lagi, peruntungan sama sekali tak berpihak kepadanya. Partai Emas bubar.

Seperti tak kapok, Hasnaeni Moein kembali muncul sebagai ketua umum parpol.

Kali ini, Partai Republik Satu.

Didaftarkan ke KPU RI pada 14 Agustus 2022, Partai Republik Satu dinyatakan lolos verifikasi administrasi. (AdeGP/pojoksatu)