Gelar Akademik S2 Diduga Palsu, Ketua IDI Tangsel Dipolisikan

Abdul Hamain, salah seorang warga Tangsel yang melaporkan ketua IDI tangsel terkait gelar S2 Palsu

POJOKSATU.id, JAKARTA- Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Fajar Siddiq dipolisikan.

Laporan yang dilayangkan Abdul Hamain, salah seorang warga Tangsel itu, terkait dugaan penggunaan gelar akademik S2 palsu.

Laporan yang teregister dengan nomor TBL/B/1554/VIII/2022/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA ini, dilakukan pada Rabu (31/8/2022) lalu.

Meski begitu, menurut Abdul hingga kini tak ada perkembangan berarti dari laporannya. Abdul mengaku, sejauh ini dirinya tak mendapatkan pemanggilan oleh polisi guna dimintai keterangan.


“Sudah sejauh mana (polisi memproses laporan) saya nggak tahu. Yang pasti saya belum dapat panggilan apa pun, informasi apa pun,” ujar Abdul kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/9/2022).

“Kalau penyelidikan dimungkinkan terlapor lebih dulu dipanggil. Tapi yang pasti saya sebagai pelapor belum pernah dimintai keterangan,” imbuhnya.

Abdul berharap Polres Tangsel segera menindaklanjuti laporannya. Apalagi, seluruh bukti yang diminta telah ia serahkan.

“Biasanya tidak sampai satu bulan (sudah diproses). Tapi memang penyelidikan ini tidak ada batasan waktu yang jelas. Tapi setidaknya ada profesionalitas dari kepolisian, setidaknya memberitahukan kepada saya, kenapa belum dipanggil,” paparnya.

BACA : Dugaan Pemalsuan Ijazah, Pengacara Razman Arif Nasution Dilaporkan DPP KAI ke Polda Metro Jaya

Jika sampai genap satu bulan tak ada tindak lanjut dari laporan polisinya, Abdul berencana mendatangi Polres Tangsel. Ini dilakukan guna meminta penjelasan.

Apabila alasan yang dikemukakan polisi nanti tak jelas dan cenderung melanggar ketentuan yang ada, pihaknya berencana mengambil langkah lanjutan.

“Kalau memang sampai batas waktu tidak ada kejelasan, ini kan ada pelanggaran, tentu saya akan mencari keadilan. Bisa melapor ke Propam atau Kompolnas,” jelasnya.

Sebelumnya, Abdul membuat laporan ke polisi usai ramai pemberitaan terkait dugaan pemalsuan gelar S2 kedokteran yang didapat Fajar.

Ia mengaku geram, apalagi laporan anggota IDI Kota Tangsel, Bambang Eka kepada Dewan Pembina IDI Kota Tangsel terkait persoalan tersebut, menurutnya malah tak digubris.

Adapun perkara ini mencuat, tak lama setelah Fajar dilantik menjadi ketua IDI Tangsel.(Mufit/Pojoksatu)