Apa Peran Hasnaein Wanita Emas sampai jadi Tersangka Korupsi ? Ternyata Mulut Manis

Hasnaeni wanita emas digiring ke mobil tahanan usai ditetapkan tersangka korupsi oleh Kejaksaan Agung

POJOKSATU.id, JAKARTAHasnaeni wanita emas ditetapkan tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Penetapan Hasnaeni wanita emas tersangka korupsi dilakukan usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Hasnaein Moein tersangka korupsi dalam kasus tersebut selaku Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal (MMM).

Konstruksi perkara kasus korupsi itu dibeberkan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Kuntadi.


“Hari ini kita tambah tersangkanya tiga orang, setelah kemarin ditetapkan empat orang,” ujar Kuntadi, Kamis 22 September 2022.

Selain wanita emas, Kejagung juga menetapkan tersangka kepada eks Direktur Utama PT WBP Jarot Subana dan eks General Manajer PT WBP Kristadi Juli Hardjanto.

BACA: Seperti Orang Kesurupan, Begini Reaksi Hasnaeni Saat Dimasukkan Mobil Tahanan, Bikin Petugas Kewalahan

Kuntadi menjelaskan, dalam kasus ini Hasnaeni Moein berperan menawarkan pekerjaan pembangunan Tol Semarang-Demak kepada PT WBP.

Namun, Hasnaeni mengajukan syarat.

Bahwa PT WBP harus lebih dulu membayar sejumlah uang kepada PT MMM.

Uang itu disebut Hasnaeni sebagai uang penanaman modal.

Uang yang diminta di muka untuk pekerjaan itu senilai Rp341 miliar.

“Atas permintaan tersebut, yang diminta oleh Dirut PT MM yaitu saudara H, PT WBP menyanggupi,” ungkap Kuntadi.

BACA: Momen Menegangkan Hasnaeni Dipaksa Masuk Mobil Tahanan, ‘Jangan Bapak…Jangan Bapak !’

Permintaan itu lantas dilanjutkan dengan pembuatan invoice pembayaran oleh Kristadi, General Manajer PT WBP.

Invoice tersebut dibuat seolah-olah untuk pembayaran pembelian material kepada PT MMM.

Dengan tagihan fiktif dari PT MMM itu, PT WBP menyerahkan uang senilai Rp16,844,363,402.

Tapi uang tersebut masuk ke kantong pribadi.

“Yang belakangan diketahui bahwa uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi,” ujar Kuntadi.

Atas perbuatannya para tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

BACA: Anti Kapok, Profil Hasnaeni Wanita Emas Ngaku Rumahnya Dikepung Preman

Sebelumnya, Kejagung juga sudah menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka.

Keempatnya yakni Agus Wantoro (AW) selaku Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016-2020.

Lalu Agus Prihatmono (AP) selaku General Manager Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016-Agustus 2020.

Kemudian Benny Prastowo (BP) selaku Staf Ahli Pemasaran (expert) PT Waskita Beton Precast

Dan terakhir, Anugrianto (A) selaku pensiunan Karyawan PT Waskita Beton Precast.

Keempatnya dijebloskan ke Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jaksel.

Sementara Hasnaeni wanita emas dijebloskan ke Rutan Salemba Cabang Kejagung. (AdeGP/pojoksatu)