Masuk Kamar Otopsi Brigadir Joshua Berkali-kali, AKBP Arif Rahman Belum Dipecat, Ini Sebabnya

AKBP Arif Rahman Arifin tersangka kasus Brigadir Joshua (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Mantan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri AKBP Arif Rahman masuk ke kamar autopsi Brigadir Joshua berulangkali bersama Kombes Susanto. Namun AKBP Arif Rahman belum dipecat.

Hingga kini AKBP Arif Rahman belum juga dipecat dari Polri terkait kasus Brigadir Joshua. Setidaknya ada tiga peran AKBP Arif dalam kasus tewasnya Brigadir Joshua di rumah Ferdy Sambo .

Mantan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri AKBP Arif Rahman disebut merupakan perwira polisi yang mengikuti autopsi Brigadir Joshua.

Dia bersama Kombes Susanto secara bergantian memasuki kamar autopsi.


AKBP Arif Rahman juga memerintahkan penyidik Polres Jaksel untuk membuat BAP sesuai dengan skenario busuk Irjen Ferdy Sambo, dan hanya perlu mengganti berita acara interogasi (BAI) Biro Paminal Propam Polri.

Baca Juga :

Kamaruddin Simanjuntak Bantah Disebut Mundur Sebagai Pengacara Brigadir Joshua, Faktanya ada yang Sengaja Motong Video

Terakhir, AKBP Arif Rahman juga diduga berperan aktif mengikuti prarekonstruksi yang hanya didasari BAI Biro Paminal.

Menurut penjelasan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, AKBP Arif Rahman Arifin juga menjadi saksi kunci dalam sidang KKEP Brigjen Hendra Kurniawan.

Namun AKBP Arif sedang menjalani perawatan karena sedang sakit parah.

“AKBP AR. AKBP AR sakit lah, proses penyembuhannya cukup panjang ya, karena sakitnya agak parah,” ujar Irjen Dedi, Rabu (21/9).

Sakit Parah Ambeien

Tersangka kasus obstruction of justice, AKBP Arif Rahman Arifin (AR), disebut sedang sakit parah.

Ketidakhadiran AKBP Arif Rahman yang juga sebagai saksi kunci membuat sidang etik mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan ditunda.

Irjen Dedi Prasetyo mengatakan sidang etik Brigjen Hendra bakal dilanjutkan pada pekan depan.

Brigjen Hendra diketahui merupakan salah satu tersangka obstruction of justice di kasus pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat.

“Jadi informasi yang saya dapat dari Biro Wabrof untuk Brigjen HK itu nanti akan dilaksanakan minggu depan, karena saksi kuncinya memang dalam kondisi sakit,” kata Dedi di Mabes Polri, Rabu. (Ikror/pojoksatu)