Konsorsium 303 Diduga Ada Kaitannya dengan Kasus Perdagangan Orang di Kamboja, Ini Fakta-faktanya

Konsorsium 303 Judi online

POJOKSATU.id, JAKARTA- Misteri di balik Konsorsium 303 Ferdy Sambo juga belum terpecahkan. Kasus konsorsimu 303 itu menjadi sorotan publik usai kasus pembunuhan Brigadir Joshua terbongkar.

Kini dugaan kejahatan Konsorsium 303 kembali dikait-kaitkan kepada kasus perdagangan orang ke luar negeri.

Dugaan kasus perdagangan anak ini mencuat usai Migrant Care blak-blakan adanya dugaan keterlibatan Konsorsium 303 dengan kasus tindak pidana perdagangan orang di Kamboja.

Pasalnya dalam laporan yang diterima Migrant Care ada dugaan korban yang awalnya diiming-iming dengan pekerjaan yang menjanjikan di luar negeri, namun sesampainya di sana, para korban ini dipaksa untuk menjadi operator judi online dan investasi bodong.


Kepala Pusat Studi Migrant Care, Anis Hidayah mengatakan, untuk membuktikan keterkaitan Konsorsium 303 dalam kasus perdagangan orang, para penegak hukum perlu melakukan pendalaman dan ivestigasi mendalam.

“Ini perlu investigasi (dari para penegak hukum),” kata Anis saat dihubungi pojoksatu.id, Kamis (22/9/2022).

BACA : Polri Dalami Penyedia Jet Pribadi yang Dipakai Brigjen Hendra, Berani Sikat Markas Bos 303 ?

Menurut Anis, sindikat judi online yang kebanyakan karyawannya dari korban perdagangan orang diduga sasarannya masyarakat di tanah air.

Bahkan sindikat bisnis haram ini diduga terhubung dengan bos-bos besar di tanah air.

“Bosnya yang punya banyak uang itu terhubung dengan kekuasaan, militer, sindikat internasional,” ujarnya.

“Ini butuh investigasi karena jaringan terhubung jaringan yang di Vietnam, Filipina, Laos, Indonesia terutama di Medan, Kamboja terhubung,” tambah Anis lagi.

Seperti diketahui, grafik Kekaisaran Sambo dan Konsorsium 303 saat ini ramai diperbincangkan. Grafik Kekaisaran Sambo itu berisikan skema Sambo mengatur jalannya operasional beberapa bisnis judi online 303.

Sejumlah nama-nama jenderal pun mencuat dalam pusaran Kaisar Sambo dan Konsorsium 303.

Setidaknya ada 5 jenderal bintang dua dan satu jenderal berpangkat Brigjen yang diduga terlibat dalam pusaran bisnis gelap yang dipimpin Ferdy Sambo. (firdausi/pojoksatu)