RUU Perlindungan Data Pribadi Resmi Jadi UU PDP, Ini 9 Dampaknya Menurut Menkominfo

Ilustrasi perlindungan data pribadi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kementerian Informasi dan Informatika (Kominfo) menyambut baik keputusan DPR RI meresmikan RUU Perlindungan Data Pribadi atau PDP menjadi UU.

UU PDP tersebut dinilai menjadi terobosan baru sebagai payung hukum untuk melindungi data pribadi warga Indonesia.

Terlebih lagi, UU PDP tersebut digadang-gadang akan berdampak pada 9 sektor.

Di antaranya sektor kenegaraan dan pemerintahan, hukum, tata kelola pemrosesan data pribadi.


Kemudian, budaya, sumber daya manusia (SDM) dan hubungan internasional, baik pemerintah, publik maupun pihak swasta.

Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate saat Rapat Paripurna yang disiarkan melalui YouTube DPR, Selasa 20 September 2022.

BACA : TOK…TOK…TOK, RUU Perlindungan Data Pribadi jadi Undang-Undang

“Dari sisi kenegaraan dan pemerintahan, UU PDP akan memperkuat peran dan kewenangan pemerintah dalam menegakkan dan mengawasi kepatuhan serta kewajiban seluruh pihak pemroses data pribadi,” ujaranya.

Menurutnya, pengesahan RUU PDP ini secara tidak langsung menyadarkan masyarakat betapa pentingnya menjaga data pribadi.

“Dari sisi budaya, UU PDP akan memicu penyesuaian kesadaran dan kebiasaan masyarakat untuk sadar dan menjaga data pribadinya,” tuturnya.

Sebelumnya, DPR RI resmi mengetok palu Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) menjadi Undang-Undang (UU).

Ketok palu itu dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022-2023, Selasa 20 September 2022.

Sebelum ketok palu, Ketua DPR Lodewijk F Paulus terlebih dahulu menayakan persetujuan kepada setiap fraksi.

“Kami akan menanyakan kepada setiap fraksi, apakah RUU tentang PDP dapat disetujui untuk disahkan menjadi UU?,” tanyanya yang disiarkan melalui YouTube DPR.

Para anggota DPR yang mengikuti rapat pun menyatakan setuju dan tidak satu pun ada suara penolakan.

Lodewijk lalu mengetok palu sidang, tanda RUU PDP telah disahkan menjadi UU.

“Terima kasih,” kata Lodewijk usai mengetok palu. (Mufit/Pojoksatu)