Najwa Shihab Menikah Usia 20 Tahun, Suaminya Masih sama-sama Keturunan Nabi

Pernikahan Najwa Shihab bersama suaminya Ibrahim sudah berusia 25 tahun (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Pernikahan Najwa Shihab dengan Ibrahim Sjarief Assegaf jarang disorot publik. Najwa yang menikah muda usia 20 tahun ternyata bersuami marga Assegaf yang juga keturunan Nabi.

Pernikahan Najwa Shihab yang bersuami Ibrahim Sjarief Assegaf ini memang jarang disorot media. Keduanya menikah tahun 1997 atau usia pernikahannya sudah mencapai seperempat abad atau 25 tahun.

Najwa dengan Ibrahim sudah dikaruniai satu orang anak laki-laki bernama Izzat Assegaf.

Dalam suatu kesempatan saat berbincang dengan Deddy Corbuzier dikutip dari You Tube Trans7 Official, Selasa (20/9), dari sejumlah kekurangan Najwa Shihab, ternyata tak bisa memasak.


Bahkan Najwa sendiri juga mengaku kalau selama ini kerap dibuatkan masakan oleh suami.

Sementara dirinya hanya bisa memasak dengan resep yang mudah. Seperti mie instan atau nasi goreng.

Ibrahim lalu mengharapkan istrinya agar dapat memasak lebih baik. Kendati demikian, Ibrahim mengaku sangat bangga kepada istrinya dan menerima Najwa Shihab apa adanya.

Ibrahim juga mengatakan istrinya tak bisa menyetir mobil. Meskipun punya cukup sopir untuk mengantar jemput, tetapi Ibrahim tampak menginginkan Najwa untuk bisa mengendarai mobil sendiri.

Pernikahan Najwa Shihab dan Ibrahim Sjarief Assegaf sebagai sesama keturunan Nabi Muhammad SAW bisa dilihat dari marga yang mereka sandang di belakang namanya.

Terdapat 68 Marga Keturunan Nabi Muhammad

Di Indonesia terdapat 68 marga keturunan Nabi Muhammad dan lima marga terbanyak di antaranya Al-Attas, Al-Haddad, Assegaf, Alaydrus, Al-Habsyi.

Ada juga marga Al-Jufri, Syihab, Syahab dan masih banyak lainnya.

Dalam literatur Rabithah Alawiyah, organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW, mendata ada 151 marga segaris keturunan Nabi yang masih ada di dunia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, dari 100 kabilah Assadah Alawiyah, kini hanya 68 marga keturunan Nabi Muhammad SAW yang tersisa.(ikror/pojoksatu)