Usai Sidang Banding Kode Etik Sambo Ditolak, Administrasi Pemecatan Masih Tunggu 5 Hari

Mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo dan Brigadir Joshua (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Usai sidang banding kode etik Sambo ditolak, administrasi atau surat menyurat pemecatan Ferdy Sambo masih menunggu hingga 5 hari kerja.

Dengan demikian surat resmi pemecatan Sambo akan diberikan dalam 5 hari kerja ke depan usai sidang banding kode etik mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo ini ditolak, Senin (19/9).

Sidang banding kode etik Sambo ini dipimpin Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto dan tanpa kehadiran Ferdy Sambo.

“Atas nama Irjen Ferdy Sambo, putusan sidang menolak permohanan banding,” kata Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto seperti ditayangkan di YouTube Polri TV, Senin (19/9/2022).


Komjen Agung menegaskan putusan banding kode etik Sambo ini sudah final dan mengikat.

Baca Juga :

Polri Dalami Penyedia Jet Pribadi yang Dipakai Brigjen Hendra, Berani Sikat Markas Bos 303 ?

Atas putusan tersebut, tidak ada lagi upaya hukum lain yang bisa diajukan seperti kasasi atau peninjauan kembali oleh Ferdy Sambo.

Sementara itu Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, hasil putusan sidang banding kode etik ini akan diserahkan ke Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Polri.

Lalu Asisten SDM Polri nantinya memiliki waktu lima hari kerja untuk menuntaskan administrasi atas putusan tersebut.

“As SDM memiliki waktu lima hari kerja untuk menuntaskan administrasi hasil putusan banding itu,” jelas Irjen Dedi.

Adapun mekanisme pelaksanaan sidang komisi banding diatur dalam pasal 79 Perpol Nomor 7 tahun 2022.

Sebelumnya, sidang banding kode etik Ferdy Sambo digelar hari ini Senin (19/9) terkait putusan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) atau sidang banding kode etik Sambo ini dipimpin Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto.

Dalam kasus tewasnya Brigadir Joshua dengan otak pelaku Ferdy Sambo ini, Komjen Agung Maryoto juga bertindak sebagai Ketua Timsus.

“Dan banding ini sifat final dan mengikat jadi tidak ada lagi upaya hukum lagi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo soal proses usai sidang banding kode etik Sambo ini. (firdausi/pojoksatu)