Aksi Perampokan Siang Bolong di Jalinsum Musi Rawas Terekam Video Siaran Langsung, Rp350 Juta Raib

Aksi perampokan siang bolong di Jalinsum Musi Rawas Palembang Sumsel (tangkapan layar)

POJOKSATU.id, PALEMBANG— Aksi perampokan siang bolong terjadi di Jalinsum Musi Rawas Sumatera Selatan pada Senin pagi (19/9). Aksi perampokan ini terekam video siaran langsung pengendara lain dan kini videonya viral.

Aksi perampokan bersenjata api di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Musi Rawas yang terjadi Senin pagi ini terekam kamera tiga perempuan PNS yang tepat berada di belakang lokasi perampokan.

Dalam video yang diposting Instagram @kabarnegri, terlihat aksi perampokan siang bolong ini terjadi di tengah hutan di jalanan sepi Jalinsum Musi Rawas.

“Ya Allah. Astagfirullohadzim ya Allah,” ujar sopir perempuan yang tepat di belakang mobil yang dirampok.


“Pelan-pelan ya Yu. Mundur, ” kata perempuan lain di mobil itu saat kawannya memundurkan mobil

“Telpon-telpon,” ujar perempuan ketiga di mobil itu.

Baca Juga :

Duaarr ! Ibu dan Anak 7 Tahun di Indramayu Gosong Gegara 5 Karung Petasan Nempel Knalpot

Aksi perampokan bersenjata api di Jalinsum Musi Rawas ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

Para pelaku menutup jalan dengan kayu dan ke luar dari semak-semak saat mobil korban berhenti di lokasi pencegatan di Jalinsum Musi Rawas.

Pelaku diperkirakan tujuh orang dan berhasil menggasak uang sekitar Rp350 juta yang dibawa karyawan CV Sahabat Musi Rawas Sempurna (SMS), Alfian Efendi dan rekannya.

Saat itu, korban bersama rekannya membawa uang dalam jumlah besar dengan tujuan PT PT Sawit Nusantara Indonesia di Desa Taba Dendang, Muara Saling, Empat Lawang.

Hal itu diketahui dari video singkat yang sempat direkam dari kejauhan di dalam mobil.

Kapolres Musi Rawas AKBP Achmad Gusti Hartono mengatakan, korban dalam perjalanan dari Lubuklinggau menuju PT Sawit Nusantara Indonesia di Desa Taba Dendang, Muara Saling, Empat Lawang.

Di TKP, mobil korban diadang komplotan perampok dengan cara melintangkan kayu balok di Jalinsum tersebut.

Lalu dari semak-semak keluar tujuh orang pelaku dan langsung mengancam dan memukul korban dan saksi menggunakan sepotong kayu. Para pelaku bersenjata api laras pendek dan parang.

Lalu komplotan perampok ini memaksa korban Alfian Effendi dkk untuk menyerahkan barang-barang, uang sekitar Rp350 juta serta sejumlah barang berharga seperti laptop dan handphone milik korban.

Setelah itu komplotan ini kabur menggunakan sepeda motor Honda Vario warna hitam dan honda Beat warna merah putih ke arah Empat Lawang. (ikror/pojoksau)