Dari Sel Penjara, Sambo Sering Komunikasi dengan Mantan Jenderal Biar Hukumannya Ringan

Prof Muradi (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Penasihat Ahli Kapolri, Prof Muradi mengungkap Ferdy Sambo masih komunikasi dengan seorang mantan jenderal kakak asuh Sambo dulu di Polri.

Mantan jenderal kakak asuh Sambo ini kata Prof Muradi masih sering komunikasi dengan Sambo untuk bisa lolos atau memperingan hukuman Sambo dalam kasus Brigadir Joshua.

Prof Muradi menyebut kakak asuh Sambo yang merupakan mantan jenderal ini punya power mengendalikan Sambo.

Mantan jenderal inilah dulu yang menjadikan Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam dan juga meraih pangkat jenderal bintang satu dan bintang dua.


Prof Muradi mengatakan Ferdy Sambo tampak jelas masih memiliki power di kepolisian hingga saat ini. Karena Sambo ini memiliki becking mantan jenderal.

Baca Juga :

Seperti Ketakutan, Irjen Fadil Imran Bilang tidak Melawan Putusan Etik Mabes Polri, Terkait Bantuan Hukum AKBP Jerry Raymond Siagian

“Katakanlah minggu lalu mereka masih berkomunikasi (Ferdy Sambo dan kakak asuh), masih yang paling vulgar ketika FS enggak mengakui menembak dalam rekonstruksi,” tegasnya.

“Buat saya implisit dia masih punya power. Masih ada back up di situ,” kata Prof Muradi lagi.

Kakak asuh Sambo ini adalah para pejabat kepolisian yang masih menjabat di posisi strategis maupun yang sudah pensiun.

Kakak asuh ini memang tak terlibat langsung dalam kejahatan Ferdy Sambo. Namun mantan jenderal ini ikut mendorong agar Ferdy Sambo bisa lolos dari jerat pidana berat.

“Saya berharap (Timsus) menyentuh yang sudah pensiun, karena ini jauh punya power mengendalikan FS,” jelasnya.

“Mantan jenderal ini yang memberi beliau jenderal, dan sebelum pensiun juga jadikan Kadiv Propam,” tegasnya tanpa menyebut nama siapa mantan jenderal itu.

“Saya kira itu perlu dikejar juga,” tegas lulusan Unpad ini.

Dia pun meminta agar kepolisian tidak takut mengusut keterlibatan kakak asuh mantan jenderal ini.

Dia menilai, langkah pengusutan keterlibatan senior kepolisian ini penting agar proses persidangan Ferdy Sambo bisa berjalan dengan mulus dan transparan.

“Itu perlu ada langkah cepat sebelum persidangan. Poin ketiga tadi, mengusut keterlibatan kakak asuh, apakah terlibat atau tidak,” kata Muradi soal kakak asuh Sambo yang mantan jenderal ini. (ikror/pojoksatu)