Pengacara Habib Rizieq Bandingkan KM 50 dengan Kasus Siksa Monyet : Anda Hidup di Negeri yang Dipimpin Monyet

Aziz Yanuar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengacara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar membandingkan kasus penyiksaan monyet di Tasikmalaya dengan kasus KM50.

Aziz Yanuar menilai, penanganan dua kasus itu sangat jauh berbeda.

Padahal di kasus KM50, ada enam nyawa laskar FPI yang dibunuh dan penuh rekayasa.

Sementara di Tasikmalaya, hanya karena menyiksa monyet sampai mati, dua pelaku langsung diproses hukum dengan cepat.


“Jika menyakiti monyet diproses hukum. Sementara menyakiti bahkan membunuh manusia (KM50) malah direkayasa,” sindir Aziz Yanuar saat dihubungi, Kamis 15 September 2022.

BACA: Biadabnya Pemuda Tasikmalaya Siksa Monyet, Ternyata Banyak Monyet yang Disiksa

Aziz Yanuar kemudian menyindir para penegak hukum yang gercep memproses pelaku penyiksaan monyet.

Menurutnya, itu berarti nyawa binatang jauh lebih berharga ketimbang nyawa manusia.

Karena itu Aziz Yanua menyebut bahwa negeri ini dipimpin oleh monyet.

“Maka Anda sedang hidup di negeri yang dipimpin (monyet),” ucapnya.

Untuk diketahui, Polres Tasimalaya sebelumnya menangkap dua pemuda siksa monyet sampai mati.

BACA: Edan ! Demi Konten 2 Pemuda di Tasikmalaya Siksa Monyet, Mata di Bor, Kuping di Blender Hingga Hancur, Badan di Mutilasi

Aksi dua pemuda Tasikmalaya berinisial AY (25) dan IN (25) siksa monyet sampai mati itu viral di media sosial dan mendapat kecaman dari publik.

Pasalnya, monyet yang disiksa oleh dua pemuda Tasikmalaya itu adalah jenis monyet yang dilindungi.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan, penyiksaan monyet itu dilakukan pelaku untuk membuat konten.

“Hasil pendalaman motifnya untuk konten. Tapi kita masih mendalami motif lainnya,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo, Rabu 14 September 2022.

Atas perbuatannya, dua pemuda Tasikmalaya siksa monyet dijerat Pasal 40 juncto Pasal 21 undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

BACA: Di Depan Belasan Petinggi Polisi, Romo Syafii Sebut Misteri KM 50 Lebih Hebat dari Kasus Brigadir Joshua 

Juga Pasal 91 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Dengan ancaman penjara lima tahun dan denda Rp100 juta,” tandasnya. (Firdausi/pojoksatu)