Booster tak Berlaku di RSCM Jakarta, Pembesuk Terpaksa Balik Kanan

Paviliun RSCM

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketentuan vaksin boosters sepertinya tidak berlaku di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Pasalnya, penjaga pasien dan warga yang bermaksud membesuk pasien yang tengah dirawat harus menunjukkan hasil tes antigen H-1.

Hal itu dialami salah satu pembesuk saat hendak menjenguk salah seorang rekannya yang tengah dirawat di Pavilion Kencana RSCM, pada Rabu 14 September 2022 sore.

Ia menceritakan, saat itu dirinya ditahan oleh petugas dan perawat dan meminta menunjukkan hasil tes antigen.


“Karena tidak tahu ada aturan itu, saya tunjukkan aplikasi PeduliLindungi. Di situ saya sudah booster,” ujarnya, Kamis 15 September 2022.

Akan tetapi, petugas dan perawat yang berjaga bersikukuh bahwa penjenguk dan keluarga pasien yang berjaga harus menunjukkan tes antigen H-1.

BACA: Pemerintah Dorong Vaksinasi Booster, dari Persyaratan Mobilitas hingga Jemaah Haji yang Baru Kembali

“Setahu saya booster dikeluarkan Satgas Penanggulangan Covid-19 dan jadi syarat untuk berbagai keperluan. Tapi kenapa di RSCM malah tidak berlaku,” heran dia.

Ia menyebut, meski sudah menunjukkan bahwa sudah menjalani vaksin booster, tetap dilarang masuk.

“Aturan di sini (RSCM, red) hanya hasil tes antigen yang diakui. Kalau tidak ada (hasil tes antigen H-1), tidak diizinkan membesuk pasien,” katanya menirukan ucapan perawat yang berjaga.

Ia pun mempertanyakan kenapa booster yang merupakan ketentuan pemerintah malah tidak berlaku di RSCM.

“Mereka malah minta maaf. Katanya hanya menjalankan perintah pimpinan,” ungkapnya.

Wartawan senior ini lantas meminta petugas dan perawat untuk menujukkan aturan tertulis penerapan wajib tes antigen H-1 itu.

BACA: Dorong Vaksinasi Booster, Airlangga Berharap dengan Penanggulangan Perekonomian Semakin Membaik

Namun, ia juga tidak diperbolehkan untuk memfoto aturan tersebut.

“Kata mereka, kalau mau difoto harus izin dulu ke pimpinan,” bebernya.

Ia pun mempertanyakan kalau memang itu sebuah aturan kenapa tidak dipajang dan disosialisasikan agar diketahui masyarakat umum.

“Tetap saja, alasannya harus izin pimpinan. Saya jadi bingung. Bikin aturan kok hanya diketahui karyawan dan staf internal saja,” katanya lagi.

Ia lantas mencoba menanyakan aturan tersebut kepada salah seorang keluarga pasien yang berjaga.

Disebutkan bahwa aturan wajib tes antigen H-1 itu hanya berlaku di Lantai 7 Paviliun Kencana RSCM.

“Waktu di lantai lain tidak ada ketentuan itu (tes antigen),” kata keluarga pasien tersebut.

Ia cukup menyesalkan penerapan aturan tersebut yang tidak dipajang sehingga diketahui khalayak.

“Kasihan kan orang yang datang jauh-jauh karena tidak tahu ada aturan seperti itu. Jadi, terpaksa pulang,” tuturnya.

Terpisah, Koordinator Humas Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Yani yang dikonfirmasi pojoksatu.id enggan memberikan komentar.

“Mohon maaf, saya tidak dapat memberikan pernyataan apapun,” kata Yani.

Ia malah menyuruh untuk mengajukan surat resmi lebih dulu yang ditujukan kepada pimpinan RSCM.

“Silahkan berkirim surat  resmi terlebih dahulu yang ditujukan ke Direktur Utama RSCM,” tandasnya. (Ade GP/pojoksatu)