DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Nakes dalam Rekrutmen PPPK, Ingat Puncak Covid-19 Kemarin

Tenaga kesehatan kekelalan menangani pasien Covid-19

POJOKSATU.id, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Mufidayati Kurniasih desak pemerintah memudahkan tenaga kesehatan (Nakes) dalam proses rekrutmen PPPK atau P3K.

Pasalnya, tenaga kesehatan termasuk orang yang berjuang di garda terdepan dalam visi kemanusiaan.

Terlebih lagi pada saat puncak pandemi Covid-19 lalu.

Karena itu, sudah seharusnya pemerintah memprioritaskan tenaga kesehatan dalam rekrutmen PPPK 2022.


“Nakes adalah elemen vital sehingga amat layak mereka mendapatkan kemudahan lewat afirmasi proses seleksi menjadi ASN lewat jalur PPPK,” ujarnya kepada PojokSatu.id, Rabu 14 September 2022.

Politikus PKS itu mengatakan, sudah jauh-jauh hari meminta pemerintah untuk memprioritaskan nakes dalam reskrutmen PPPK 2022.

BACA: Tak Ada Lowongan CPNS 2022, Formasi PPPK Guru Sebanyak 319.716, Tenaga Kesehatan dan Non Guru Cuma Segini

“Kita sudah mendorong tenaga kesehatan yang honorer bisa diangkat menjadi PPPK,” ucapnya.

Menurut Kurniasih, para nakes ini masih menunggu aturan resmi afirmasi seleksi khusus bagi honorer Nakes menjadi ASN atau PPPK.

“Seleksi ini sudah diberlakukan bagi tenaga honorer guru, tapi Nakes sudah dijanjikan di lisan tapi belum ada realisasinya,” tuturnya.

Sebelumnya, Menpan RB Ajwar Anas mengatakan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan rekrutmen PPPK 2022 termasuk untuk tenaga kesehatan.

Sebagai komitmen memperkuat salah satu bentuk pelayanan dasar bagi warga.

BACA: Jangan Kaget Formasi PPPK 2022 Berubah Lagi, Berkurang Setengah

Tenaga kesehatan, kata Azwar Anas, berperan penting dalam mendukung program prioritas Presiden Jokowi, seperti soal kemiskinan, beririsan dengan kesehatan.

Karenanya, pemerintah bakal memprioritaskan para tenaga kesehatan dalam rekuetrman PPPK untuk mengisi posisi yang dibutuhkan dibagian kesehatan.

Selain itu, soal penurunan prevalensi stunting, penurunan angka kematian Ibu dan bayi, dan sebagainya.

“Semua harus bekerja cepat dan tepat, karena soal tenaga kesehatan ini bukan hanya bicara soal jumlah,” kata Menpan RB Azwar Anas, Senin (12/9/2022).

BACA: 6 Kategori Honorer Diangkat PPPK 2022 Tanpa Tes, Poin 5 dan 6 Tidak Aman

“Tetapi juga sebarannya, pemerataannya/distribusi mengingat ada ketimpangan sebaran nakes, sehingga penataan tenaga kesehatan harus Indonesia sentris,” sambungnya.

Menteri Anas menegaskan, pemetaan dan inventarisasi honorer nakes yang dilakukan pemerintah harus disampaikan secara transparan dan terbuka kepada masyarakat. (Mufit/pojoksatu)