Biadabnya Pemuda Tasikmalaya Siksa Monyet, Ternyata Banyak Monyet yang Disiksa

Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery dalam rilis kasus 2 pemua Tasikmalaya siksa monyet

POJOKSATU.id, BANDUNG – Dua pemuda Tasikmalaya siksa monyet saat ini sudah ditahan di Mapolres Tasikmalaya untuk menjalani proses hukum.

Dua pemuda Tasikmalaya siksa dan mutilasi monyet itu adalah AY (25) dan IN (25).

Aksi dua pemuda Tasikmalaya siksa monyet sampai mati itu viral di media sosial dan mendapat kecaman dari publik.

Pasalnya, monyet yang disiksa oleh dua pemuda Tasikmalaya itu adalah jenis monyet yang dilindungi.


Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan, penyiksaan monyet itu dilakukan pelaku untuk membuat konten.

“Hasil pendalaman motifnya untuk konten. Tapi kita masih mendalami motif lainnya,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo, Rabu 14 September 2022.

BACA: Edan ! Demi Konten 2 Pemuda di Tasikmalaya Siksa Monyet, Mata di Bor, Kuping di Blender Hingga Hancur, Badan di Mutilasi

Terpisah, Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery menjelaskan, dua pemuda tersebut memiliki peran masing-masing.

“IN, warga Desa Mandalahayu memperjualbelikan Lutung Jawa. Sementara AY, warga Tanjungbarang menyiksa monyet dengan sadis,” ungkapnya.

Suhardi juga mengungkap bahwa monyet yang disiksa dua pemuda Tasikmalaya itu bukan cuma satu ekor saja.

Melainkan ada sejumlah monyet lain yang juga disiksa.

Akan tetapi, Suhardi tak merinci jumlah pasti monyet yang disiksa oleh kedua pelaku tersebut.

“Pelaku ini menyiksa sejumlah monyet tersebut demi membuat konten video. Kemudian memperjualbelikan konten ini secara online,” bebernya.

BACA : Pengakuan Nyeleneh Pelaku Mutilasi Kucing Hamil Lalu Dagingnya Dimakan, Bikin Geleng-geleng Kepala

Suhardi menyebut, kasus ini terungkap bermula adanya laporan dari masyarakat kepada aparat kepolisian.

“Dari laporan itu, kami menangkap dua orang tersangka,” kata dia.

Hal yang mengjutkan lain yang diungkap Suhardi adalah, bahwa memang kedua pelaku menerima permintaan konten.

“Jadi bagaimana konten itu bisa ditonton dan ada permintaan. Karena dari sana mereka mendapatkan uang,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut.

Atas perbuatannya, dua pemuda Tasikmalaya siksa monyet dijerat Pasal 40 juncto Pasal 21 undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

BACA: Polisi Pusing Tujuh Keliling, Pelaku Mutilasi Kucing Hamil Berdalil Pakai Al-Maidah Ayat 3

Juga Pasal 91 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Dengan ancaman penjara lima tahun dan denda Rp100 juta,” tandasnya.

Dalam aksinya, kedua pelaku menyiksa monyet langka jenis ekor panjang atau kera dan Lutung Jawa.

Kedua pelaku menyiksa monyet dengan cara mata dibor dan telinga digunting kemudian diblender.

Dua pemuda Tasikmalaya siksa monyet itu lalu memutilasi monyet tersebut untuk dijadikan konten dan dijual ke media sosial. (Arief Pratama/pojoksatu)