APBD-P 2022 dan APBD 2023 Kota Bandung Fokus Infrastruktur dan Pemulihan Ekonomi

Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung dengan agenda penyampaian jawaban atas pandangan umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda APBD-P 2022 dan APBD 2023

POJOKSATU.id, BANDUNG – Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyampaikan APBD-P 2022 dan APBD 2023 Kota Bandung Fokus Infrastruktur dan pemulihan ekonomi.

Itu disampaikan Yana Mulyana usai menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pada rapat paripurna di DPRD Kota Bandung, Rabu 14 September 2022.

Kedua Raperda tersebut yakni Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2022 dan Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023 pada DPRD Kota Bandung.

“Tentunya ini akan dibahas lebih lanjut, yaitu pembahasan di badan anggaran. Semoga berjalan dengan lancar. Sesuai dengan tanggal dan waktu yang telah ditetapkan,” kata Yana, usai rapat paripurna.


Ia berharap, kedua raperda tersebut bisa diselesaikan dengan baik dan memberikan kemanfaatan bagi Kota Bandung untuk mewujudkan Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera dan agamis.

BACA: Walikota Bandung Ajak Masyarakat Manfaatkan Transportasi Publik

“Tahun depan kita fokus ya pada infrastruktur dan pemulihan ekonomi. Hal itu menjadi prioritas, kan pandemi relatif sudah terkendali, jadi kita fokus pada pemulihan ekonomi. Donimannya, mah, itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyampaikan Nota penjelasan Wali Kota terkait dua Raperda tersebut pada Sidang Paripurna, Senin 12 September 2022.

Nota penjelasan tersebut ditindaklanjuti melalui pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua Raperda yang diajukan.

Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengatakan, pembahasan lebih lanjut akan ditindaklanjuti dan dibahas oleh Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Ia mengatakan pembahasan akan berfokus pada perbaikan sarana dan prasarana infrastruktur dan antisipasi serta penanggulangan titik- titik banjir dan potensi longsor di Kota Bandung.

BACA: Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Bandung Sudah Siapkan Strategi dan Rp9,291 Miliar

“Terkait PJU yang rusak, terkait titik titik tambahan, itu yang menjadi fokus kita,” ujar Yana.

Tedy juga mengingatkan agar ada antisipasi titik-titik banjir dan longsor.

“Hanya, banyak titik banjir yang berada di tengah tengah jalan nasional. Ini yang mesti kita koordinasikan. Termasuk ke DSDABM terkait Kirmir mana yang perlu ada perbaika,” tandasnya. (Arief Pratama/pojoksatu)