Partai Berkarya Muchdi PR Gerah, ‘Mudah bagi Siber Polri Menangkap Hacker Bjorka’

Hacker Bjorka umbar data pribadi Erick Thohir, Puan Maharani dan Denny Siregar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Partai Berkarya besutan Muchdi PR gerah dengan ulah hacker Bjorka. Partai Berkarya berharap Tim Siber Polri segera menangkap dan mengungkap siapa Bjorka.

DPP Partai Berkarya Muchdi PR gerah dan meminta kepolisian segera mengusut dan menindak tegas hacker Bjorka dengan menangkapnya.

Partai Berkarya besutan Muchdi PR ini gerah karena hacker Bjorkan menebarkan fitnah dan para tokoh bangsa dibuka identitas pribadinya. Sepantasnya hacker Bjorka segera ditangkap.

“Mudah juga bagi Siber Polri untuk mengungkap, sebaiknya segera saja untuk diungkap pelaku hacker tersebut dan segera ditangkap. Akun penebar fitnah seperti itu harus diproses hukum,” ujar Ketua DPP Partai Berkarya Fauzan Rachmansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/9/2022).


Politisi Partai Berkarya ini mengatakan saat ini pemerintah tengah berusaha untuk memulihkan ekonomi. Sehingga menurutnya diperlukan kebersamaan dengan tidak menerbarkan fitnah.

Baca Juga :

Ulah Bjorka Bocorkan Luhut Belum Vaksin Booster, LBH Jakarta Sampai Bilang Diskriminasi, Ternyata Ini Faktanya

“Janganlah pemerintah diganggu pada saat sedang berjuang untuk rakyat, kita harus gotong-royong untuk bangkit,” katanya.

“Jangan fitnah-fitnah bertebaran, kasian rakyat Indonesia. Sekarang kita butuh rasa kebersamaan dan kekompakan untuk memulihkan ekonomi,” imbuhnya.

Fauzan menilai banyak tokoh yang difitnah oleh akun hacker Bjorka dan perbuatan ini melanggar hukum.

“Banyak tokoh-tokoh bangsa seperti Pak Erick Thohir, Mbak Puan, Pak Muchdi PR dan Pak Jhonny G Plate yang difitnah dan dibuka identitas pribadinya. Ini kan tidak baik dan melanggar hukum,” ujarnya.

Sementara itu Menkominfo Johnny G Plate mengakui ada data pemerintah yang beredar seperti diungkap Bjorka. Namun Johnny mengatakan data-data itu merupakan data-data umum.

Baca Juga :

Akun Twitter Bjorka Ditangguhkan Usai ‘Hajar’ Mantan Kapolri, Jangan Khawatir Itu Tidak Akan Lama

“Di rapat dibicarakan bahwa memang ada data-data yang beredar, oleh ya salah satunya oleh Bjorka,” katanya.

“Tetapi data-data itu setelah ditelaah sementara adalah data-data umum, bukan data-data spesifik dan bukan data-data yang ter-update sekarang. Sebagian data-data yang lama,” katanya.

“Hanya tim lintas kementerian/lembaga, BSSN Kominfo Polri, dan BIN juga berkoordinasi untuk menelaah secara dalam,” kata Johnny, Senin (12/9).

Hacker Bjorka diketahui mengunggah data beberapa tokoh seperti politisi Partai Berkarya Muchdi PR, Puan Maharani, Anies Baswedan, mantan Kapolri Tito Karnavian dan pejabat lainnya.

Terbaru dari ulah hacker Bjorka yaitu membocorkan data dua pejabat publik, data Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan data Mendagri Tito Karnavian.

Lewat grup telegramnya, pengguna BreachForums itu membocorkan data Anies Baswedan dan Tito Karnavian.

Data yang dibocorkan itu antara lain berupa nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat rumah, dan sejumlah nomor telepon.

Pejabat dan politisi gerah akibat ulah hacker Bjorka, salah satunya Partai Berkarya besuta Muchdi PR dan meminta Tim Siber Polri segera menangkap Bjorka.
(ikror/pojoksatu)