Eks Danjen Kopassus Heran Melihat Kasus Sambo, Presiden Ngomong 4 Kali Kenapa Gak Dikerjakan

Eks Danjen Kopassus Mayjen TNI Purn Soenarko (antara)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Eks Danjen Kopassus Mayjen TNI Purn Soenarko mengaku heran hingga 2 bulan kasus Ferdy Sambo belum juga ada titik terang keseluruhan. Padahal Presiden memberi pernyataan sampai 4 kali.

Mayjen TNI Purn Soenarko merasa kebingungan hingga 2 bulan berjalan atau sejak tewasnya Brigadir Joshua 8 Juli lalu, belum juga ada titik terang secara keseluruhan atas kasus ini.

Mayjen Soenarko merasa heran mengapa kasus Ferdy Sambo belum juga ada titik terang secara keseluruhan hingga 2 bulan usai kejadian.

Eks Danjen Kopassus Mayjen Purn Soenarko menyebut harusnya Presiden Jokowi cukup ngomong sekali saja terkait kasus ini.


“Presiden udah ngomong 4 kali, harusnya (cukup) ngomong sekali, dua kali keplak kepala Kapolri. Ini struktur organisasi. Kalo gua yang jadi Presiden, gua tabok kepala Kapolri. Kenapa nggak dikerjakan?,” tegasnya di kanal YouTube Realita TV dilansir pada Minggu (11/9/2022).

Baca Juga :

Terseret Sambo, Anak Buah Kapolda Metro Ini Tak Jadi Dipecat, Langsung Menangis di Depan Jenderal

Padahal menurut Mayjen Purn Soenarko, Kapolri memiliki otoritas tertinggi dan sudah bisa berkomunikasi langsung dengan Presiden Jokowi.

“Di atasnya Kapolri kan Presiden, Presiden ngomong 4 kali kenapa gak dikerjakan?” sambungnya.

Purnawirawan TNI ini juga mengingatkan jika memang Jenderal Listyo Sigit tidak sanggup lebih baik cari penggantinya saja.

“Saya mengimbau kepada pak Kapolri, kalau gak berani ya cari minta ganti,” tegasnya lagi.

Di sisi lain, mantan Danjen Kopassus itu juga mengungkapkan kondisi terkini Polri.

“Kondisi Polri menurut saya sudah sangat memprihatinkan, amburadul dan tidak terkendali,” ujar Soenarko, dilansir pada Minggu 11 September 2022.

Mayjen Purn Soenarko juga memberikan tanggapan soal peran Satgasus Merah Putih arahan Ferdy Sambo.

Kini Satgasus Merah Putih kabarnya sudah dibubarkan seiring keterlibatan Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua.

Baca Juga :

Kesaksian Terbaru Bripka Ricky Soal Joshua, Tak Ada Info Pelecehan Putri Candrawati di Magelang

Namun tampaknya tidak ada penjelasan lebih lanjut apa tujuan dibentuknya dan peran ‘mencurigakan’ Satgasus.

Menyikapi hal ini, Soenarko menganggap ini tanggung jawab Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Soenarko juga menilai Kapolri sepatutnya ikut disalahkan.

Pasalnya Kapolri dianggap tidak tahu dengan operasi yang dilakukan Satgasus arahan Ferdy Sambo.

“Jadi menurut saya Kapolri ikut bertanggung jawab dan boleh dikatakan ikut bersalah, kenapa tidak? Masa ada Satgasus apa yang dikerjakan Kapolri tidak tahu. Gak percaya saya,” ucap Soenarko di kanal YouTube Realita TV dilansir pada Minggu (11/9/2022).

Bagi Soenarko kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo yang penuh rekayasa dan kasusnya berbelit-belit telah memantik kemarahan publik.

Baginya juga proses hukum yang tidak berpihak pada keadailan telah memancing kekecewaan publik kepada apara kepolisian. Karena itu, kuncinya bagi Soenarko ada di sosok Kapolri.

“Bisa, berani tidak? pemegang otoritas tertinggi itu Kapolri. Tidak ada pihak lain yang bisa mengendalikan Kapolri, kecuali Presiden,” ujarnya.

Empat Perwira Geng Sambo Dipecat

Berdasarkan daftar yang dirangkum Pojoksatu.id, loyalis Ferdy Sambo yang dipecat ini ternyata sudah ada empat orang perwira menengah Polri.

Adapun empat perwira menengah Polri yang sudah dipecat ini antara lain Kombes Agus Nurpatria, AKBP Jerry Siagian, Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo.

Keempatnya sudah rampung menjalani sidang Kode Etik Profesi Polri (KEPP).

Selain empat orang loyalis Sambo yang sudah dipecat atau PTDH, ada beberapa perwira lain yang berstatus tersangka obstraction of justice.

Adapun perwira yang berstatus tersangka yang merupakan loyalis Sambo ini antara lain.

1. Brigjen Hendra Kurniawan selaku mantan Kepala Biro Pengamanan Internal (Karopaminal) Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri

2. AKBP Arif Rahman Arifin selaku mantan (Wakil Kepala Detasemen) Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri.

3. AKP Irfan Widyanto selaku mantan Kepala Sub Unit (Kasubnit) I Sub Direktorat (Subdit) III Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri. (ikror/pojoksatu)