Rekan Lama Ungkap Sifat Sambo Berubah Sombong Sejak Bintang Satu, dari Kompol Kita Nongkrong di Sultan

Ahmad Sahroni kawan lama Ferdy Sambo (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rekan lama Ferdy Sambo mengungkap sifat mantan Kadiv Propam ini berubah sombong sejak meraih bintang satu atau Brigjen. Ahmad Sahroni berkawan saat Sambo masih Kompol.

Ahmad Sahroni merupakan teman lama Ferdy Sambo sejak berpangkat kompol. Sifat Sambo berubah sombong atau tak bersahabat sejak meraih pangkat Brigjen.

Kini Ahmad Sahroni menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Sebagai rekan lama, dia membongkar sifat Ferdy Sambo selama ini di kepolisian.

“Dari kompol, zaman kita dulu nongkrong Kudus Kafe itu di Sultan,” kata Ahmad Sahroni dikutip dari kanal YouTube Uya Kuya TV pada Sabtu (10/9/2022).


“Gue nggak tahu jabatan dia apa karena waktu itu di Polda (Metro Jaya) dia,” tuturnya menambahkan.

Selain itu Ahmad Sahroni mengaku Ferdy Sambo berubah menjadi sombong sejak dirinya memegang kekuasaan di kepolisian atau sejak meraih pangkat bintang satu.

Baca Juga :

Pimpin Rapat di Polda Metro Ikuti Sambo, Sepak Terjang AKBP Jerry Siagian Berujung Dipecat Polri

“Sejak bintang satu ya. Sombong aja (FS). Sombong gimana ya ngomongnya ya, ya nggak friendly (bersahabat) aja lah,” tutur Ahmad Sahroni.

Sikap sombong Ferdy Sambo mulai terlihat sejak menjabat bintang satu atau belakangan diketahui sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri.

“Ya mungkin karena manusiawi sih, kalau sudah megang kekuasaan, jabatan, duit, nah udah deh. Pasti orang kalau nggak tahan-tahan iman dan mental berubah jadinya,” sambungnya.

“Beda-beda (tidak seperti dulu lagi),” lanjut Ahmad Sahroni.

Sebelumnya, Ahmad Sahroni juga memberi peringatan kepada Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Ahmad Sahroni meminta kedua lembaga itu berhati-hati.

Pasalnya kedua lembaga ini dinilai telah menghidupkan kembali isu pelecehan seksual di balik kasus pembunuhan Brigadir Joshua.

Baca Juga :

Hotman Paris Sebut Kasus Brigadir Joshua Dream Case Bagi Pengacara, Nama Lawyer Akan Melejit

“Mari kita hargai dan ikuti proses hukum yang sedang berjalan. Komnas HAM dan Komnas Perempuan jangan menggiring opini yang mencederai logika publik,” ujar Ahmad Sahroni, dilansir dari PMJ NEWS.

“Itu artinya polisi sudah menemukan tidak adanya dugaan pelecehan. Sedangkan dua Komnas itu justru menyatakan sebaliknya berdasarkan pengakuan tersangka,” tambahnya.

Padahal dugaan kasus pelecehan seksual tersebut sempat dihentikan oleh pihak kepolisian.

Namun Komnas HAM dan Komnas Perempuan kembali menyulutnya atas dasar keterangan saksi. (ikror/pojoksatu)