Hasil Tes Kebohongan Putri dan Sambo Ditutup Polri, Politisi Golkar Ingatkan Lagi Perintah Jokowi

Putri Candrawati dan Ferdy Sambo (jpnn)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hasil tes kebohongan atau lie detector Ferdy Sambo dan Putri Candrawati ditutup Polri. Hasil tes suami istri ini disebut projusticia dan jadi ranah penyidik.

Menyikapi ditutupinya hasil tes kebohongan Sambo dan Putri ini oleh Polri, politisi Golkar Supriansa angkat bicara dan kembali mengingatkan perintah Presiden Jokowi.

Anggota Komisi III DPR ini mengatakan jika hasil pemeriksaan lie detector Ferdy Sambo dan Putri Candrawati ditutup Polri atau tidak diungkap ke publik, maka dia khawatir akan muncul tafsiran negatif dari publik.

“Itu artinya terbuka kesempatan bagi publik untuk menafsir sendiri,” katanya kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).


“Dan untuk memenuhi asas transparansi sebagaimana harapan Pak Presiden dalam penanganan kasus ini sebaiknya dibuka secara transparan,” ujarnya mengingatkan perintah Presiden Jokowi dalam kasus Brigadir Joshua ini.

Baca Juga :

Terseret Sambo, Anak Buah Kapolda Metro Ini Tak Jadi Dipecat, Langsung Menangis di Depan Jenderal

Dia mendorong agar hasil tes kebohongan semua tersangka dibuka untuk memenuhi asas transparansi.

Dia mendorong hasil pemeriksaan menggunakan pendeteksi kebohongan atau lie detector Ferdy Sambo dan Putri Candrawati diungkap ke publik.

Dia meminta ada perlakuan yang sama terhadap semua tersangka kasus pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat ini.

“Untuk memenuhi rasa keadilan bagi publik ya sebaiknya dibuka hasil detektornya semua. Masa dalam satu kasus, ada yang dibuka hasilnya ke publik dan ada juga yang tidak dibuka,” kata Supriansa, Jumat (9/9/2022).

Diketahui, kelima tersangka kasus tewasnya Brigadir Joshua ini sudah menjalani tes lie detector antara lain Kuwat Maruf, Bharada Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Ferdy Sambo dan Putri Candrawati.

Dimana hasil tes kebohongan tiga tersangka sudah diumumkan yaitu jujur.

Sementara dua tersangka lagi yaitu Putri Candrawati dan Ferdy Sambo belum diumumkan atau dianggap projusticia ranah penyidik.

Namun secara pribadi, dia menyebut keputusan membuka atau menutup hasil tes kebohongan Sambo dan Putri ini diserahkan ke Timsus Polri.

“Tapi sebagai pribadi ya kita serahkan ke tim khusus apa yang terbaik untuk penyidikan kasus tersebut,” kata Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar ini.

Baca Juga :

Ketua Komnas HAM Ungkap Terbuka Peluang Kuwat Maruf Ikut Menembak Brigadir Joshua

Sebelumnya, hasil tes kebohongan atau tes lie detector Putri Candrawati yang digelar Rabu (7/9) di Puslabfor Polri di Sentul Bogor, ditutup Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

Irjen Dedi Prasetyo mengungkap hasil tes kebohongan Putri dan salah satu ART Susi, keduanya memiliki pernyataan kejujuran yang sama.

Namun, Dedi tak membuka secara pasti soal pemeriksaan tersebut, dengan alasan projustitia atau demi kepentingan hukum.

“Untuk hasil lie detector atau polygraph yang sudah dilakukan PC kemarin dan juga saudari Susi, sama,” katanya, Rabu (7/9/2022).

“Hasil polygraph setelah saya berkomunikasi dengan Puslabfor dan juga operator polygraph bahwa hasil polygraph atau lie detector itu adalah projusticial,” kata Dedi lagi.

Sementara hasil tes kebohongan Ferdy Sambo yang berlangsung selama 6 jam itu juga tak disampaikan ke publik. Alasannya karena untuk keperluan penyidik.

“Sudah selasai diperiksa kemarin dari jam 13.00- 19.00 WIB. Hasil uji lie detector atau poligraph pro justitia untuk peyidik,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo saat dihubungi, Jumat (9/9/2022). (ikror/pojoksatu)