Hacker Bjorka Bongkar Rahasia Negara, DPR : Audit Keamanan Siber ke Seluruh Kementerian dan Lembaga Negara

tangkapan layar soal kebocoran data presiden yang di unggap akun twitter @opposite090192

POJOKSATU.id, JAKARTA- Terkait kebocoran data beruntun pada kementerian dan lembaga negara di KPU cukup mengkhawatirkan, mengingat dua tahun kedepan Indonesia akan kembali mengadakan pemilu untuk memilih presiden dan kepala daerah.

Dilaporkan, data yang teretas berisi informasi sensitif dari 105 juta warga Indonesia, meliputi nama lengkap, NIK, nomor KK, alamat lengkap, tempat dan tanggal lahir, usia, jenis kelamin, hingga keterangan soal disabilitas.

Menanggapi insiden tersebut, Anggota Komisi 1 DPR RI, Sukamta menilai kebocoran data tersebut menjadi tanda bahwa keamanan siber milik Indonesia sangatlah lemah sehingga ia meminta pemerintah segera melakukan audit keamanan siber pada seluruh kementerian dan lembaga negara.

“Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai leading sector segera lalukan audit keamanan siber di semua kementerian dan lembaga negara. Dari hasil audit, bisa segera ditindaklanjuti dengan melakukan penguatan sistem keamanan data,” ujar Sukamta,dikutip rmol.id.


BACA : Badan Intelijen Tepis Dokumen Mereka Bocor Soal Presiden Jokowi

Sukamta menjelaskan bahwa Risiko dari kebocoran data berharga milik negara ini menjadi sangat besar jika jatuh ke tangan pelaku kejahatan siber dan sangat mungkin mengancam keamanan warga masyarakat Indonesia.

Lebih jauh, ia mengingatkan tantangan keamanan siber ke depan menjadi lebih tinggi, sebab penggunaan layanan dan transaksi digital untuk publik akan lebih banyak. Sehingga dibutuhkan regulasi pendukung yang dapat menguatkan terjaminya keamanan data warga.

“Disepakatinya RUU Pelindungan Data Pribadi (PDP) antara Komisi 1 dan Pemerintah tentu satu hal yang menggembirakan. Keberadaan regulasi ini harus segera diikuti dengan membuat rodmap, penataan lembaga, penguatan SDM dan peningkatan teknologi untuk membangun sistem keamaman siber yang kuat,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warganet ramai membahas isu data BIN ke Presiden Jokowi yang dibobol peretas (hacker) hingga datanya diposting di sebuah forum internet.

Kali ini hacker mengklaim telah mempunyai surat-surat yang ditujukan ke Presiden Jokowi.

Kabar ini ramai dibahas di Twitter. Salah satu akun Twitter memposting tangkapan layar dari sebuah forum internet.

“Transaction of Letters and Documents to the President of Indonesia 679K,” demikian subjek postingan Bjorka di forum internet tersebut.

Postingan itu dimuat pada hari ini, Jumat (9/9/2022).

Dalam screenshot tersebut, ditampilkan akun bernama Bjorka yang mengklaim mempunyai surat dan dokumen untuk presiden dalam periode 2019-2021.

Akun itu mengklaim dokumen yang dibobolnya itu termasuk koleksi surat-surat dari Badan Intelijen Negara (BIN) yang berlabel rahasia.

Hingga Sabtu dinihari sekitar pukul 00.30 WIB, tagar atau cuitan ini sudah mencapai 10,8 ribu cuitan.

Akun Twitter @opposite090192 juga ikut mengunggah dokumen yang diklaim dokumen intelijen yang dikirim BIN ke Presiden yang disebut bocor. (ade/pojoksatu)