Tak Punya IMB, DPRD Kabupaten Tangerang Sebut Padi Padi Picnic Layak Disegel

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang Mochamad Ali (ist)

POJOKSATU.id, TANGERANG — DPRD Kabupaten Tangerang berencana menggelar hearing menyikapi permasalahan tidak adanya IMB yang dimiliki Pengusaha Padi Padi Picnic di Desa Kramat Kecamatan Pakuhaji.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang Mochamad Ali mengatakan tempat usaha Padi Padi Picnic jika tidak memiliki IMB sudah pantas disegel dan aktifitasnya diberhentikan sementara.

“Langkah tegas penegakan Perda itu namanya,” kata Mochamad Ali kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).

Guna menghindari opini liar, pihaknya mengaku akan segera melakukan hearing dengan sejumlah stakholders terkait membahas proses kewenangan camat dan dokumen IMB yang tidak dimiliki Padi Padi Picnic.


“Selama ada surat masuk kami siap gelar hearing, biar jelas tidak ada opini liar. Kewajiban kami dalam pengawasan pelaksanaan kinerja ekaskutif salah satunya penegakan perda. Nanti akan kita inventarisir biar objektif dan memberikan rekomendasi,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail mengungkap akan segera memanggil sejumlah stakholders seperti Camat Pakuhaji, Pemilik Padi Padi Picnic dan dinas teknis terkait.

Menurut dia, kinerja Camat Pakuhaji dalam menjalankan tugas pokok fungsi (tupoksi) nyaris tidak menunjukan diluar rule of law atau prinsip hukum.

“Sebagai lembaga legislatif memiliki fungsi pengawasan terhadap kinerja eksekutif. Dalam hal ini, kinerja Camat Pakuhaji terkait penegakan perda di tingkat wilayah kecamatan dan pemilik Padi Padi yang tidak memiliki IMB,” ujar Kholid Ismail.

Dirinya menegaskan penindakan penyegelan berlaku juga bagi para pelaku usaha lain yang tidak patuh terhadap aturan.

Namun saat disingguh laporan polisi yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kecamatan Pakuhaji terkait perusakan portal aset pemerintah daerah, Kholid berpendapat itu hak sebagai warga negara menjunjung tinggi hukum.

“Jadi saya setuju, laporkan jika memang benar hilang. Karena sudah menjadi ranah hukum pidana biarkan penegak hukum yang bekerja secara profesional tanpa ada yang intervensi dari pihak manapun,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pesoalan penyegelan karena tidak memiliki IMB tersebut berujung pada perusakan papan peringatan sementara dan portal menuju akses jalan Padi Padi Picnic. Kemudian pihak Pemerintahan Kecamatan Pakuhaji membuat laporan polisi.

Hingga menyeret pemilik dan karyawan termasuk warga sekitar tersandung pidana. Semuanya berjumlah 9 orang masing-masing berinisial BTK, AWS, HH, BH, SRY, AGS, WYD, UD dan BY ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Polres Metro Tangerang Kota. (firdausi/pojoksatu)