Disharmoni Antara Panglima TNI dan KASD Dudung Disebut-sebut Ada Kaitannya dengan Ferdy Sambo? Ini Kata Pengamat Intelijen

Panglima TNI dengan KSAD Jenderal Dudung (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Hubungan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurahman disebut-sebut ada disharmoni.

Namun belum diketahui apa penyebab disharmoninya hubungan Jenderal Andika dengan KSAD Dudung.

Apakah hal tersebut ada kaitannya dengan Ferdy Sambo?

Saat ditanyakan ke pengamat intelijen Stanislaus Riynata mengenai disharmoni Jenderal Andika dan Dudung.


Stanislaus memastikan tidak ada hubungannya dengan Ferdy Sambo.

“Nggak ada hubungannya dengan Sambo ini. Ini dinamika internal yang ditafsirkan oleh publik secara bebas,” kata Stanislaus dihubungi Pojoksatu.id, Jumat (9/9/2022).

Ia pun mengaku heran dengan anggapan sebagian pihak. Misalnya seperti Komisi I DPR RI yang menyebutkan bahwa ada disharmoni hubungan KSAD Dudung dan Jenderal Andika.

“Seharusnya memang tidak perlu ada tanda tanda yang dibaca publik sebagai disharmoni,” ujarnya.

Kendati demikian, alumni Universitas Indonesia (UI) itu tidak juga menyalahkan asumsi-asumsi liar sebagian pihak tersebut.

“Di era terbuka ini kan hal kecil bisa menjadi besar dan ditafsirkan macam-macam,” ucapnya.

Karena itu, Stanislaus meminta baik KSAD Dudung ataupun Jenderal Andika Perkasa untuk mengklarifikasi soal isu disharmoni tersebut.

“Itu yang harus diklarifikasi, perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi itu biasa tapi tetap harus solid, untuk itu paling penting bagi TNI adalah klarifikasi dan tunjukkan kepada publik bahwa TNI tetap solid,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan untuk menengahi disharmoni KSAD Dudung dan Jenderal Andika.

BACA : Disharmoni Panglima dan Jenderal Dudung, Komisi I : Kita Nggak Ngurusi Hubungan Pribadi

Sebab, kabar disharmoni antara keduanya dikhawatirkan berlarut-larut.

“Presiden Jokowi perlu turun tangan, jangan sampai disharmoni ini sampai lama,” kata Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon, Jumat (9/8/2022).

Ia pun khwatir hubungan disharmoni antara Dudung dan Jenderal Andika itu berlangsung lama.

“Harus, jangan sampai orang berpikiran bahwa ini dalam tanda petik ya. Karena ini berlangsung sudah cukup lama,” ujarnya.

Ia meminta hubungan disharmoni Dudung dan Jenderal Andika jangan seperti Moeldoko dan Gatot Nurmantyo.

“Bukan hanya jaman Pak Andika, Pak Dudung. Pak Moeldoko dengan Pak Gatot. Kan berulang,” tutur Effendi. (Mufit/Pojoksatu)