Bripka Ricky Anak Mantan Kapolsek, Nangis-nangis Diingatkan Jaga Nama Baik Bapaknya dan Anaknya

Bripka Ricky Rizal anak mantan Kapolsek (foto jawa pos)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Keluarga Bripka Ricky Rizal banyak polisi dan TNI. Bripka Ricky merupakan anak mantan Kapolsek. Pengacara mengingatkan agar Ricky menjaga nama baik bapaknya ini.

Ayah Bripka Ricky merupakan mantan Kapolsek menetap di Desa Kuntili, Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah.

Bripka RR merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari ayah mantan Kapolsek. Ayah Bripka Ricky sudah meninggal beberapa tahun lalu.

Saat ini keluarga Bripka Ricky yang tinggal di rumah mereka di Banyumas adalah ibunya.


Sementara Bripka Ricky bersama istri dan anaknya menetap di salah satu perumahan di Brebes, Jawa Tengah.

Baca Juga :

Kesaksian Bripka Ricky Lihat Brigadir Joshua 15 Menit di Kamar Putri Candrawati di Magelang

Pengacara Bripka Ricky Rizal, Erman Umar, mengungkap Ferdy Sambo sempat memberikan sejumlah uang kepada Bharada Eliezer dan Bripka Ricky terkait kasus pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat.

Erman menyebut Bripka Ricky Rizal sempat mau mengajukan diri jadi justice collaborator di kasus pembunuhan Brigadir Joshua.

“Awalnya, awalnya dia mau (jadi justice collaborator),” kata Erman di Mabes Polri, Kamis (8/9/2022).

Erman mengatakan menjadi justice collaborator merupakan keinginan Bripka Ricky Rizal sendiri.

Namun hal tersebut batal karena Bripka Ricky tidak memiliki akses untuk mencari tahu soal justice collaborator.

Selain itu, posisi Bripka Ricky sejak awal sudah tidak jelas, salah satunya tidak memiliki lawyer. Selain itu, Bripka Ricky takut terhadap Ferdy Sambo dan memilih mengikuti skenario yang dibuat.

Baca Juga :

Dulu Sembunyi di Kulkas, Ini Kesaksian Bripka Ricky Ketika Joshua Menolak Jongkok di Depan Sambo

“Oh karena ini dia merasa nggak punya akses, dia nggak bisa ke keluarganya. Bukan ancaman, dia takut,” kata dia.

“Karena pada saat awal-awal itu nggak ada persiapan. Surat penahanan belum, lawyer-nya siapa nggak jelas. Ada yang memberi tahu lawyer tapi nggak bisa komunikasi, kalau ditanya nggak jelas,” imbuhnya.

Erman mengatakan dirinya baru bisa mendampingi Bripka Ricky pada Selasa (23/8).

Sementara Bripka Ricky ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut pada Senin (8/8) silam.

“Saya sudah dapat kuasa penandatanganan (kuasa hukum) sekitar tanggal 20-an Agustus, tetapi belum boleh mendampingi karena dianggap belum ada. Kemudian tanggal 23 baru diizinkan,” ujarnya.

Erman mengatakan, setelah dirinya menjadi kuasa hukum, Bripka Ricky mulai terbuka kepada dia. Bahkan disebutkan Bripka Ricky menangis saat ditanya soal kasus tersebut.

“Tapi sebelumnya, setelah istri dan adiknya menyampaikan. Kalau kamu tidak bicara benar, nama baik bapak kamu yang juga polisi bisa kena,” jelasnya dimana Bripka Ricky ini ternyata anak mantan Kapolsek.

“Ingat anak kamu, bagaimanapun anak kamu akan melihat, mau apa pembunuh atau apa. Itu dia mulai nangis, mulai itu udah terbuka. Tambah lagi saya masuk, saya siapin, surat justice collaborator,” ujarnya.

Erman Umar juga mengatakan, dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua, kliennya hanya korban keadaan. Meski demikian, Erman tak mengungkap apakah Bripka Ricky menyesal atau tidak.

“Penyesalan apa? Dia ini bukan dia perbuat. Dia korban keadaan,” kata Erman setelah menemani pemeriksaan kliennya.

Erman mengatakan, kliennya mengaku kaget saat diminta Ferdy Sambo untuk memanggil Bharada Eliezer.

Sebab itu, dia mengatakan, seharusnya Bripka Ricky hanya dijadikan saksi dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua itu.

“Kalau menurut saya, sebenarnya klien saya pantasnya sebagai seorang saksi,” ujar Erman.

Sebab, kata dia, Bripka Ricky hanya disuruh untuk memanggil Bharada Eliezer atas perintah Ferdy Sambo.

“Dia tidak punya mens rea (niat jahat),” ujar Erman. (ikror/pojoksatu)