Polemik Pembangunan Gereja di Kota Cilegon, Habib Ini Malah Sentil BPIP, Sebaiknya Dibubarkan

Wali-Kota-Cilegon-Helldy-Agustian-membubuhkan-tandatangan-petisi-tolak-pembangunan-gereja-di-Kota-CIlegon

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pendirian pembangunan rumah ibadah Gereja HKBP Maranatha di Lingkungan Cikuasa, Kelurahan Geram, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten menuai pro dan kontra.

Namun tidak sedikit pula di kalangan umat islam yang setuju atas pembangunan rumah ibadah umat kristiani di Kota Cilegon tersebut.

Salah satunya datang dari Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid.

Habib Syakur menyayangkan aksi para pemuka agama Islam di Kota Cilegon menolak pendirian rumah ibadah umat kristiani tersebut.


BACA : Wali Kota Cilegon dan Wawali Sepakat Tolak Pembangunan Gereja di Kota Cilegon

Pasalnya penolakan rumah ibadah umat kristiani dinilai sudah mencoreng nilai Kebhinekaan.

“Saya kira sikap seperti penolakan itu tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila,” kata Habib Syakur kepada wartawan, Kamis (8/9/2022).

Sikap penolakan pembangunan Gereja di Cilegon itu patut dipertanyakan. Sebab sikap itu tak mencerminkan Kebhinekaan sebagai umat yang beragam.

Habib Syakur juga lantas mempertanyakan kinerja Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Habib menilai dengan kondisi sepeti itu, kehadiran BPIP telah gagal menanamkan nilai-nilai pancasila.

“Seharusnya BPIP malu melihat situasi di Cilegon saat ini, berarti mereka gagal, atau malah mereka tidak menjalankan apa-apa,” cetusnya.

Karena itu, Habib mendesak Presiden Jokowi Joko Widodo untuk mengevaluasi keberadaan BPIP. Kalau bisa BPIP sebaiknya dibubarkan.

“Sebaiknya bubarkan saja BPIP, tidak ada barometer yang bisa dibanggakan dari kinerja lembaga ini. Buktinya persoalan primordial semacam ini klasik dan tetap masif.

Seperti diketahui, pada Rabu (7/9) sejumlah massa menggeruduk kantor Wali Kota Cilegon.

Kedatangan mereka bertujuan untuk menolak pemberian izin pembangunan gereja di lingkungan Sumur Wuluh, Cikuasa, Kelurahan Geram, dan Kecamatan Grogol.

Bahkan sebelum mendatangi kantor Wali Kota tersebut, massa sudah terlebih dahulu mendatangi kantor DPRD Kota Cilegon untuk menyampaikan aspirasi mereka itu, yakni meminta pemerintah daerah menolak pendirian rumah ibadah selain masjid. (firdausi/pojoksatu)