Selingkuhan Putri Candrawati bukan Kuwat, Jenderal Ini Ungkap Lebih Condong Brigadir Joshua

Putri Candrawati lebih condong selingkuh dengan Joshua daripada Kuwat Maruf (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTAKabareskrim Komjen Agus Andrianto menyebut isu hubungan intim atau perselingkuhan Putri Candrawati lebih condong dengan Brigadir Joshua daripada Kuwat Maruf.

Komjen Agus menyebut isu hubungan intim atau perselingkuhan Putri dan Joshua lebih kuat dari pada hubungan intim atau perselingkuhan Putri dan Kuwat di Magelang. Ini dari keterangan saksi-saksi.

Namun Komjen Agus mengatakan hanya Allah SWT, Joshua dan Putri, yang lebih tahu kejadian di Magelang ini apa perselingkuhan atau pelecehan seksual.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto angkat bicara soal isu perselingkuhan istri Putri Candrawati dengan Kuwat Ma’ruf yang santer belakangan ini.


Menurut Komjen Agus Andrianto, isu perselingkuhan Putri dan Kuwat tidak ditemukan bukti usai mendapat keterangan beberapa saksi.

Baca Juga :

Tak Jamin Berkata Jujur, Mungkinkah Lie Detector Ampuh Bongkar Kebohongan Sambo dan Putri

Katanya, sebelum kejadian pembunuhan berencana Brigadir Joshua di Duren Tiga, Jaksel, Kuwat Ma’ruf baru masuk kerja setelah pandemi Covid-19.

“Kalau isu dengan Kuwat kok jauh ya. Karena Kuat baru seminggu masuk setelah hampir dua tahun karena pandemi Covid-19 (Kuwat dikabarkan terpapar Covid),” kata Komjen Agus.

“Hal ini terkonfirmasi saksi-saksi lainnya,” terang Komjen Agus lagi kepada wartawan, Senin (5/9).

Komjen Agus Andrianto juga menekankan jika memang ada kaitan perbuatan Brigadir Joshua kepada Putri di Magelang dalam kasus pembunuhan ini.

“Naluri kami sebagai penyidik senior lah apa yang terjadi, ya menyangkut kehormatan sebagaimana disampaikan oleh Dirtipidum (Brigjen Pol Andi Rian Djajadi) beberapa waktu lalu,” tukas Kabareskrim Komjen Agus, Selasa (6/9).

Komjen Agus kembali menegaskan kalau peristiwa pelecehan seksual atau hubungan intim ini hanya diketahui oleh Allah SWT, Putri dan Brigadir Joshua.

“Saya pernah ungkapkan yang tahu hanya Allah, PC dan almarhum J yang tahu pastinya,” katanya.

Agus mengatakan, tugasnya hanya melakukan penyelidikan berdasarkan adanya keterangan saksi dan bukti yang ada.

“Kebenaran hakiki hanya milik Allah SWT. Kebenaran duniawi tentu didasari atas keterangan saksi-saksi dan bukti,” lanjutnya. (ikror/pojoksatu)