Dugaan Tiga Kapolda Terlibat Skenario Ferdy Sambo, PA 212 Makin Ngebet Irjen Fadil Imran Segera Dicopot

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Irjen Ferdy Sambo (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Dugaan keterlibatan tiga Kapolda membantu Ferdy Sambo dalam menyebarkan skenario baku tembak terhadap Brigadir Joshua turut ditanggapi Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin.

Anak buah Habib Rizieq ini berharap, dari tiga Kapolda yang diduga terlibat dalam skenario Ferdy Sambo, salah satunya Polri harus segera memeriksa Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Menurut Novel, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran diduga kuat terlibat dalam skenario Ferdy Sambo, pasalnya insiden pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua itu terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Fadil itu sudah diduga kuat terlibat (skenario FS) karena itu wilayah hukumnya,” kata Novel saat dihubungi pojoksatu.id, Rabu (7/9/2022).


Novel lantas membandingkan dengan kejadian KM 50, insiden yang menewaskan 6 anggota FPI itu terjadi di wilayah Polda Jabar. Namun malah diambil alih oleh Polda Metro Jaya yang bukan wewenang wilayahnya.

“Sedangkan bukan wilayah hukumnya saja Irjen Fadil Imron ketika kasus KM 50 yang terjadi di wilayah hukum Jawa Barat, Fadil Imron bisa mengambil tugas yan bukan wewenanganya,” ujarnya.

BACA : Nama Irjen Fadil Imran Terseret di Kasus Ferdy Sambo, Polda Metro Jaya Buka Suara

Novel juga menduga, Kapolres Jaksel yang sudah dicopot dari jabatannya diduga terlebih dulu melaporkan terlebih dulu atas insiden kematian Brigadir Joshua

Sebab tak mungkin anak buah mengambil tindakan sepihak tanpa melapor kepada komandannya Irjen Fadil. Apalagi kejadian itu terjadi di rumah jenderal bintang dua.

“Saat tewasnya Brigadir Joshua itu di wilayahnya pasti Kapolres Jaksel akan melaporkan kejadian itu kepada Kapolda.  Dan diduga Kapolres ini mendapat arahan oleh Fadil Imran,” tuturnya.

Karena itu, Novel berharap Kapolri Sigit segera mencopot Kapolda Metro Jaya Fadil Imran dari jabatannya. Karena umat islam dan masyarakat saat ini sangat berharap Fadil Imran segera dicopot dari jabatannya.

“Masyarakat sudah berharap banget untuk yang utama Fadil Imran dicopot karena secara langsung atau tidak langsung diduga kuat terlibat,” tegas Novel.

Seperti diketahui, tiga Kapolda yang diduga terlibat menyebarkan berita baku tembak di kediaman rumah dinas Ferdy Sambo, Jakarta Selatan pertama kali diungkap dalam majalah Tempo yang berjudul Para Penyokong Sambo.

Ketiga Kapolda itu yakni, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, dan Kapolda Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra. (firdausi/pojoksatu)