Wakil Ketua LPSK Ungkap Kejanggalan Pengakuan Putri Tergambar di Rekonstruksi Duren Tiga

Adegan rekonstruksi di Magelang dimana Brigadir Joshua duduk di lantai di kamar sementara Putri Candrawati tiduran di kasur (Polri TV)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyebut kejanggalan pengakuan Putri Candrawati tergambar di rekonstruksi tewasnya Brigadir Joshua di Duren Tiga.

Edwin Pasaribu mengatakan, semua kejanggalan pengakuan Putri Candrawati tergambar dalam rekonstruksi kasus tewasnya Brigadir Joshua Hutabarat yang digelar Timsus Polri di rumah dinas Ferdy Sambo di Jalan Duren Tiga.

Menurut pimpinan LPSK ini, ada enam poin kejanggalan pengakuan Putri Candrawati yang bisa dibeberkan, sementara poin ketujuh dirahasiakan karena penyidik juga belum membukanya.

Pada rekonstruksi kasus tewasnya Brigadir Joshua yang digelar Selasa (30/8) di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jaksel, dimana LPSK dan Komnas HAM serta Kompolnas turut mengawasi jalannya rekonstruksi.


“Sebenarnya keganjilan atau kejanggalannya ada tujuh poin. Saya hanya mau membeberkan enam poin saja,” kata Edwin Pasaribu.

Baca Juga :

Fakta Baru Kejadian Magelang, Bukan Brigadir Joshua Saja, Bharada Eliezer Mau Ikut Bopong Putri ke Kamar

“Tapi yang ketujuh saya enggak mau sebutkan dulu karena belum dibuka oleh penyidik. Nanti kalau sudah dibuka oleh penyidik saya tambahkan,” ujarnya lagi kepada wartawan, Minggu (4/9).

Edwin mengungkapkan, seharusnya yang ditelusuri lebih dalam oleh penyidik Timsus Polri apa penyebab Ferdy Sambo marah sehingga nekat merencanakan pembunuhan Brigadir Joshua.

“Kalau pertanyaan mau diperdalam lebih jauh apa yang menyebabkan FS menjadi marah atau emosi,” ungkapnya.

Wakil Ketua LPSK ini lalu membeberkan 6 keganjilan atau kejanggalan pengakuan Putri Candrawati terkait tuduhan asusila ini.

Edwin Partogi Pasaribu meragukan Brigadir Joshua melakukan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawati di Magelang.

Saat itu, kata Edwin Partogi Pasaribu, masih ada Kuwat Maruf dan Susi, yang tentu dari sisi itu, kecil kemungkinan terjadi peristiwa dugaan pelecehan seksual atau kekerasan seksual.

“Kalaupun terjadi peristiwa, kan si ibu PC masih bisa teriak,” kata dia.

Baca Juga :

Komnas Perempuan Ungkap Putri Bersetubuh dengan Brigadir Joshua Kamis Sore di Magelang

Kemudian dalam konteks relasi kuasa tidak terpenuhi. Karena Brigadir Joshua adalah anak buah dari Irjen Ferdy Sambo. Sedangkan Putri Candrawati merupakan istri Irjen Ferdy Sambo.

“Ini dua hal yang biasanya terpenuhi dalam kasus kekerasan seksual. Pertama relasi kuasa, kedua pelaku memastikan tidak ada saksi,” ujar dia.

Edwin Pasaribu juga menyampaikan, perilaku Putri Candrawati yang terkesan masih mencari-cari Brigadir Joshua.

“Bahwa PC masih bertanya kepada RR ketika itu dimana Joshua. Jadi agak aneh orang yang melakukan kekerasan seksual, tapi korban masih tanya dimana Joshua,” ujar dia.

“Dan kemudian Yoshua dihadapkan ke ibu PC hari itu di tanggal 7 di Magelang. Itu di kamar dan itukan juga aneh,” katanya.

“Seorang korban mau bertemu dengan pelaku kekerasan seksualnya. Apalagi misalnya pemerkosaan atau pencabulan,” ujarnya lagi.

Edwin menerangkan kejanggalan pengakuan Putri Candrawati lainnya, Putri masih bertemu dengan Brigadir Joshua di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III.

“Yang lain itu Yoshua sejak tanggal 7 sampai tanggal 8 sejak dari Magelang sampai Jakarta masih satu rumah dengan PC. Ya kan?” katanya.

“Korban yang punya lebih kuasa masih bisa tinggal satu rumah dengan terduga pelaku. Ini juga ganjil, janggal,” katanya.

“Lain lagi J masih dibawa oleh ibu PC ke rumah Saguling. Kan dari Magelang ke rumah Saguling,” ujar dia lagi.

Demikian kejanggalan pengakuan Putri Candrawati yang dibeberkan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu. (ikror/pojoksatu)