Ungkap Keretakan Jenderal Andika dan Dudung, Politisi Senior PDIP Ini Sebut Nama Moeldoko dan Gatot

Panglima TNI Jenderal Andika tanggapi keretakan hubungan dengan KSAD Jenderal Dudung (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTAPolitisi senior PDIP Effendi Simbolon mengungkap keretakan hubungan KSAD Jenderal Dudung dan Panglima TNI Jenderal Andika ini bukan kali pertama terjadi di tubuh TNI.

Menurut politisi senior PDIP Effendi Simbolon, keretakan antara KSAD dan Panglima TNI di tubuh TNI sudah terjadi beberapa kali mulai dari zaman Moeldoko ke Gatot Nurmantyo.

Kemudian keretakan Panglima TNI dengan bawahan juga terjadi pada masa Gatot Nurmantyo ke Hadi Tjahjanto. Begitu juga antara Hadi Tjahjanto dengan Andika Perkasa.

“Masa setiap ada panglima, dari panglima ke KSAD begitu terus. Dari zaman Pak Moeldoko ini. Pak Moeldoko ke Pak Gatot begini, Pak Gatot ke Pak Hadi begini, Pak Hadi ke Pak Andika begini, Pak Andika ke Pak Dudung begini. Sampai kapan Pak?” tutur Effendi Simbolon di rapat Komisi I DPR, Senin (5/9).


Politisi senior PDIP ini menuding Jenderal Andika dan Jenderal Dudung mementingkan ego mereka demi menjadi calon presiden (capres) ataupun calon wakil presiden (cawapres).

Baca Juga :

Jenderal Andika Tanggapi ‘Pembangkangan’ Jenderal Dudung, Saya Menjalankan Tugas Sesuai Peraturan

“Kalian mau manggung jadi capres? Jadi cawapres? Saya usul mendingan dihentikan semuanya,” ujar Effendi lagi.

Politisi PDIP ini pun mengingatkan kepada Jenderal Andika dan Jenderal Dudung untuk tidak mementingkan egonya masing-masing. Sebab, ada 450.000 prajurit TNI yang harus diurus.

“Kenapa kalian yang ego begitu. 450 ribu itu tentara. Bapak saya pun tentara,” kata politisi PDIP ini lagi.

“Kalian sudah menikmati amanah kok enggak bisa menjaga. Hanya ego-ego begitu saja,” ujar Effendi.

Menurut dia, isu konflik ini harus ditanggapi secara serius. Peristiwa ini, kata Effendi Simbolon, bukan hal sederhana.

“Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Saya ingin mendapatkan penjelasan dari bapak-bapak yang dapat amanah, dapat kepercayaan dari presiden, dari kami. Seperti apa yang terjadi di tubuh TNI,” katanya soal keretakan hubungan Jenderal Dudung dan Jenderal Andika.

Fakta keretakan hubungan KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman dengan Jenderal Andika dengan ini dibeberkan Effendi Simbolon di rapat Komisi I DPR. Dan dia menyebutnya dengan istilah pembangkangan.

“Ada apa pembangkangan ini. Kenapa terjadi pembangkangan-pembangkangan di tubuh TNI,” tegas Effendi Simbolon.

Baca Juga :

Giliran Prajurit TNI Dikritik Effendi Simbolon,‘Gue Bilang Kamu Harus Laporan Apa Adanya ke Presiden’

Dia pun mengusulkan agar Senin malam ini digelar rapat antara Komisi I DPR RI dengan TNI membahas masalah tersebut.

“Saya Ingin penjelasan dari Jenderal Andika dan penjelasan dari Jenderal Dudung ada apa terjadi disharmoni begini? Ketidakpatuhan, sampai urusan anak KSAD gagal masuk Akmil pun menjadi isu,” kata Simbolon lagi.

Pembangkangan Jenderal Dudung kepada Jenderal Andika ini diduga berkaitan dengan anak KSAD Jenderal Dudung yang masuk Akademi Militer (Akmil).

“Emangnya kalau anak KSAD kenapa? Emang harus masuk? Emang kalau anak Presiden harus masuk? Siapa bilang itu. Ketentuan apa, ” katanya lagi.

Effendi menyebut seluruh pihak harus mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk berkaitan dengan seleksi Akmil.

“Kita harus tegas, Pak. Saya lebih tua dari bapak-bapak semua, saya berhak bicara di sini. Jangan seperti ini kalau ketentuan mengatakan tidak, ya tidak. Tidak ada diskresi, ” ujar politisi senior PDIP ini soal keretakan hubungan Jenderal Dudung dan Jenderal Andika ini. (ikror/pojoksatu)