Fakta Baru Kejadian Magelang, Bukan Brigadir Joshua Saja, Bharada Eliezer Mau Ikut Bopong Putri ke Kamar

Fakta baru kejadian Magelang terungkap antara Kuwat Maruf dan Brigadir Joshua (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA — Ketua Komnas HAM Taufan Damanik mengungkap fakta baru kejadian Magelang. Bukan Brigadir Joshua saja, Eliezer juga mau ikut bopong istri Sambo ini ke kamar.

Pada keterangan awal soal kejadian di Magelang, ada dugaan Brigadir Joshua mau bopong tubuh Putri ke kamar. Namun ternyata fakta baru kejadian Magelang, bukan Joshua saja, Eliezer juga mau ikut membopong.

Namun niat Brigadir Joshua dan Bharada Eliezer membopong Putri Candrawathi dari ruang TV ke kamar di Magelang ini dilarang Kuwat Ma’ruf.

Kejadian di Magelang pada 4 Juli 2022, kondisi Putri Candrawathi saat itu sedang sakit, namun adegan itu tak sepenuhnya dipublikasikan di Youtube Polri TV atau medsos lain milik Polri.


Dalam adegan rekonstruksi kejadian Magelang, hanya terlihat Putri Candrawathi berbaring di atas kasur, sementara Brigadir Joshua malah duduk di lantai.

Baca Juga :

Tak Ada CCTV di Magelang, Nama Baik Joshua Tergantung Putri, Pelecehan atau Perselingkuhan

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengungkap fakta baru kejadian di Magelang. Ternyata niat Brigadir Joshua dan Bharada Eliezer membopong Putri Candrawathi ke kamar itu tidak sampai terlaksana.

Sebab, Kuwat Maruf yang merupakan sopir Putri Candrawathi melarang Brigadir Joshua untuk memegang tubuh Putri Candrawathi yang sedang sakit itu.

Fakta baru kejadian Magelang ini diungkap Taufan Damanik untuk peristiwa yang terjadi 4 Juli di rumah Ferdy Sambo di Magelang.

“Sedang nonton televisi, terus Brigadir J mau bopong ajak Richard,” ungkapnya.

“Terus Brigadir J mau bopong ajak Richard, ditegur sama Kuat. Dia hanya mau bopong, tapi enggak terjadi, karena langsung dilarang, ‘hei jangan, apaan kau’,” kata Taufan menceritakan larangan Kuwat Maruf itu.

Selain itu, kata, Taufan, ada juga peristiwa yang tidak direkonstruksi dan terjadi di kamar Putri Candrawathi.

Yakni perihal Ibu Putri Candrawathi menangis dan didengar oleh Susi, asisten rumah tangganya.

“Itu kan peristiwa yang di kamar tidak direkonstruksikan. Iya. Susi dengar ibu nangis-nangis,” ujarnya.

“Dia pertama mengira ibu PC sedih karena anaknya gitu, tapi itu kan sekali lagi versi kelompok mereka kan,” sambungnya.

Menurut Taufan, istri dari Ferdy Sambo tersebut merupakan orang yang detail dalam menggambarkan kejadian.

Bahkan karena terlalu detail, hal-hal yang tidak prinsipil dalam rekonstruksi disampaikan.

“Dia orang yang detail saya kira, sampai hal-hal yang menurut saya tidak terlalu prinsipil, (misalnya) si a berada di sini, atau berada di situ,” ujarnya soal fakta-fakta kejadian di Magelang ini.

Joshua Ditembak Tiga Orang

Terkait fakta baru dugaan penembak Brigadir Joshua berjumlah 3 orang ini diungkap Ketua Komnas HAM berdasarkan hasil uji balistik.

Baca Juga :

Ferdy Sambo Ngotot Belain Brigjen Hendra dan Kombes Agus, Katanya Tak Terlibat Perusakan CCTV, Mabes Polri : Faktanya di Persidangan

Kemungkinan itu juga berdasarkan besar lubang peluru di tubuh Brigadir Joshua.

“Kalau kita lihat dari besarnya lubang peluru yang ada dan juga hasil balistik yang telah kita lakukan, itu yang kemudian saya sebut bisa jadi tiga orang pelakunya,” kata Ketua Komnas HAM, Sabtu (3/9/2022).

Taufan juga mengatakan adanya perbedaan keterangan Irjen Ferdy Sambo dan Bharada Richard Eliezer terkait pelaku penembakan.

Untuk itu, Taufan meminta penyidik perlu mencari bukti pendukung lainnya untuk membuat terang pelaku penembakan.

“Kaitan dengan tiga penembak, siapa yang penembak itu, pihak FS bilang itu cuma Bharada E. Tapi kalau kata Bharada E bukan cuma dia, maka bisa jadi saja ini tiga orang,” ucapnya.

“Apa tidak mungkin misalnya penembaknya tiga orang? Poin utamanya adalah meminta penyidik mencari bukti-bukti pendukung yang kuat selain keterangan,” kata Ketua Komnas HAM yang berasal dari Simalungun Sumut ini.(ikror/pojoksatu)