Tarif BBM Naik Dratis, Warga Bandung Tagih Janji Jokowi Soal Keberpihakan untuk Rakyat

Kenaikan harga BBM

POJOKSATU.id, BANDUNG- Tarif BBM (bahan bakar minyak) resmi dinaikan oleh pemerintah. Bahkan pengumuman dilakukan berdekatan dengan waktu penetapan pukul 14.30 wib.

Pemerintah melalui Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM pada puku 13.30 wib, atau satu jam sebelum penetapan.

Menanggapi hal tersebut, warga Kota Bandung Rian (31) mengaku berat dengan keputusan ini, namun dirinya sebagai rakyat tidak bisa menolak keputusan pemerintah.

“Berat sekali, apalagi hampir setiap bekerja dengan menggunakan kendaraan roda empat, sangat memberatkan,” jelasnya, Sabtu 3 September 2022.


Rian mengaku hal ini tidak sejalan dengan langkah program pemerintah yang berpihak kepada rakyat.

“Harusnya tak ada kenaikan, tapi ya apa mau dikata sudah diputuskan. Dan ini harus diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.

BACA : Pemerintah Resmi Naikan Harga BBM, Era Kepemimpinan Jokowi dan SBY Langsung Jadi Perbandingan

Bagi Rian, dengan harga BBM naik malah mempersulit Masyarakat untuk sejahtera.

“Pasti ada dampak, semua barang kebutuhan naik karena BBM naik,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah resmi menetapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per tanggal 3 September 2022.

Kenaikan harga BBM semua jenis, berlaku mulai hari ini pukul 14.30 wib.

Berikut pidato lengkap Presiden Jokowi, saat mengumumkan kenaikan harga BBM di istana negara, Sabtu 3 September 2022.

Bismillahirohmanirohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia.

Saya sebetulnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN, tetapi anggaran subsidi dan kompensasi BBM Tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 Triliun Rupiah dan itu akan meningkat terus.

Dan lagi lebih dari 70% subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu, yaitu pemilik mobil-mobil pribadi. Mestinya uang negara itu harus diprioritaskan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu.

Dan saat ini Pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM.

BACA : Harga BBM Naik, Jokowi Curhat : Ini Situasi Sulit

Sehingga harga beberapa jenjs bbm yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian.

Dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. Bntuan langsung tunai BLT BBM sebesar Rp12,4 Triliun Rupiah yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar Rp150.000 per bulan dan mulai diberikan bulan September selama 4 bulan.

Pemerintah juga menyiapkan anggaran sebeaar 9,6 T untuk 16 juta pekerjaan dengan gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan dalam bentuk bantuan subsidi upah yang diberikan sebesar Rp600.000.

Saya juga telah memerintahkan kepada pemerintah daerah untuk menggunakan 2% dana transfer umum sebesar Rp 2,17 T untuk bantuan angkutan umum, bantuan ojek online, dan untuk nelayan.

Pemerintah berkomitmen agar penggunaan subsidi yang merupakan uang rakyat harus tepat sasaran.

Subsidi harus menguntungkan masyarakat kurang mampu.

Demikian pidato Presiden Jokowi saat mengumumkan harga kenaikan BBM tanggal 3 September 2022. (arif/pojoksatu)