Baju Brigjen Andi Rian Djajadi Jadi Sorotan, Disebut Harganya Rp 12 Juta

Baju Brigjen Andi Rian Djajadi disebut seharga Rp 12 juta. (Twitter/@assyasyiffa)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Baju Brigjen Andi Rian Djajadi saat tampil untuk memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu jadi sorotan warganet.

Warganet menyebut harga baju Brigjen Andi Rian Djajadi Rp 12 juta lebih.

Foto saat Andi Rian Djajadi tampil dengan pakaian mahal tersebut diunggah oleh akun Twitter @bostemlen.

“Netizen maha jeli,” cuit @bostemlen, seperti dikutip pada Jumat, 2 September 2022.


Diketahui Brigjen Pol Andi Rian Djajadi menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri.

Dia juga ditunjuk menjadi ketua penyidik Timsus (tim khusus) kasus pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat atau Brigadir J dan keterlibatan Ferdy Sambo sebagai pelaku utama.

BACA : Tak Bisa Dipungkiri, Polisi Diskriminasi Istri Sambo Dibanding 7 Ibu-ibu yang Masuk Penjara Ini

Terkait tugasnya itu, Andi Rian Djajadi kerap tampil ke publik untuk menjelaskan progres penanganan kasus tersebut.

Beberapa kali Andi Rian Djajadi terlihat dalam konferensi pers. Dengan gamblang, alumnus Akpol 1991 ini menerangkan apa yang sudah dan akan dilakukan oleh penyidik Polri.

Saat tampil ke publik inilah, sejumlah netizen jeli melihat pakaian yang dikenakan Andi Rian Djajadi.

Misalnya saat Andi Rian Djajadi memakai baju Burberry Somerton Shirt in Grey.

Berapa harganya? Di E-Commerce pakaian tersebut dijual paling murah Rp 4.493.700. Sementara termahal seharga Rp 12.447.132.

BACA : CCTV Tewasnya Brigadir Joshua Dibuat Ajang Nonton Bareng, 4 Perwira Diancam Sambo Jangan Sampai Bocor

Pada penampilan lain, Andi Rian Djajadi juga terlihat memakai Burberry White Embroidered Logo Oxford Shirt.

Baju ini di E-Commerce dijual dengan harga bervariasi. Ada yang menjual Rp 6.940.000. Tapi ada beberapa yang menjual dengan harga Rp 9 jutaan.

Baju Brigjen Andi Rian Djajadi disebut seharga Rp 12 juta.

Gaya hidup anggota Polri dan keluarganya dalam perilaku keseharian sempat disinggung dalam rapat kerja antara Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama komisi III DPR RI.

Kapolri menyebut perilaku anggota Korps Bhayangkara itu sudah diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) dan Surat Telegram Rahasia (STR) Propam Polri.

Berdasarkan aturan tersebut, Kapolri meminta masyarakat yang mengetahui ada personel Polri yang bergaya hidup mewah untuk dilaporkan. Kapolri memastikan akan memproses personel Polri tersebut.

“Untuk pola hedonis, kami sudah mengeluarkan Perkap dan STR Propam terkait ini. Tolong, kami diinfokan. Karena ini sudah diatur. Kalau pola ini masih dilakukan, kami sudah punya aturannya. Mereka bisa diproses di dalam aturan kami terkait pelanggarannya,” ujar Kapolri Listyo Sigit di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Agustus 2022 lalu.

Dia menegaskan akan terus melakukan pengawasan untuk melihat bagaimana gaya hidup anggota Polri.

BACA :Dilaporkan ke MKD, LP-KPK Minta Segera Panggil Ketua Komisi IX DPR Felly Estelita

Listyo Sigit berjanji akan langsung menindaklanjuti setiap informasi masyarakat terkait gaya hidup setiap anggota Polri dan keluarganya.

“Ini terus dilakukan Propam untuk patroli setiap hari. Namun demikian, kami tidak mungkin mengawasi sendiri. Kami butuh masukan masyarakat. Terhadap informasi tersebut kami akan tindaklanjuti,” tuturnya.

Aturan yang dimaksud Kapolri adalah Surat Telegram Nomor: ST/30/XI/HUM.3.4/2019/DIVPROPAM tentang peraturan disiplin anggota Polri.

Aturan ini ditandatangani pada 15 November 2019 oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

Saat itu, Idham Azis melarang seluruh anggota Polri pamer kemewahan di lingkungan kedinasan maupun ruang publik.

Dalam Surat Telegram ditekankan anggota Polri harus menyesuaikan kemampuan ekonomi sebagai cerminan sifat prihatin untuk mencegah terjadinya kesenjangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, dalam rangka mewujudkan aparatur negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotime, agar memedomani pola hidup sederhana.

Berdasarkan ST/30/XI/HUM.3.4/2019/DIVPROPAM ada 7 Poin Larangan Pamer Kemewahan Bagi Anggota Polri dan Keluarganya:

1. Tidak menunjukkan, memakai, memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari baik dalam interaksi sosial di kedinasan maupun di area publik.

2. Senantiasa menjaga diri, menempatkan diri pola hidup sederhana di lingkungan institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat.

3. Tidak mengunggah foto atau video pada medsos yang menunjukkan gaya hidup yang hedonis karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

4. Menyesuaikan norma hukum, kepatutan, kepantasan, dengan kondisi lingkungan tempat tinggal.

5. Menggunakan atribut Polri yang sesuai dengan pembagian untuk penyamarataan.

6. Pimpinan kasatwil, perwira dapat memberikan contoh perilaku dan sikap yang baik, tidak memperlihatkan gaya hidup yang hedonis terutama Bhayangkari dan keluarga besar Polri.

7. Dikenakan sanksi yang tegas bagi anggota Polri yang melanggar.

Hingga kini belum ada klarifikasi dari Mabes Polri terkait baju Brigjen Andi Rian Djajadi yang jadi sorotan warganet. (fin/pojoksatu)