Apes, 1 dari 5 Pemuda Mabuk Pengeroyok Pratu Roni Anggota TNI AD Berakhir Tewas, Begini Kronologinya

korban sipil yang tewas akibat dikeroyok TNI AD/rmoljateng

POJOKSATU.id, JATENG- Kasus pengeroyokan yang melibatkan Anggota TNI dan warga sipil berbuntut panjang, panggilan jiwa korsa rupanya membuat warga harus kehilangan nyawanya.

Menanggapi hal ini, Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak memastikan oknum pengeroyokan menyebabkan seorang warga sipil meninggal di Salatiga akan tetap ditindak sesuai prosedur yang berlaku.

Lebih lanjut Maruli menyebutkan prosedur hukum akan berlaku bagi anggota yang melakukan pengeroyokan itu.

“Tetap sesuai prosedur yang berlaku. Pasti itu,” tandas Maruli, dikutip rmoljateng.


Pangkostrad pun buka suara apa yang sebenarnya terjadi.

Menurutnya, aksi balasan dilakukan anggota TNI dari Satuan Elite Mekanis Raider 411/Pandawa/6/2 Kostrad bermarkas di Salatiga itu ada pemicunya.

Ia menjelaskan, akar persoalan itu bermula dari seorang anggota TNI AD dari Satuan Mekanis Raider 411/Pandawa/6/2 Kostrad terlibat perkelahian dengan warga hingga akhirnya jatuh korban jiwa di Salatiga, Jawa Tengah bernama Pratu Roni Waluyo.

Pratu Roni Waluyo berkendara dengan istrinya yang tengah hamil, motornya bersenggolan dengan mobil pik up ditumpangi lima orang yang mabuk.

BACA : Hancur Hati Sang Ibu Melihat Anaknya Tewas, Pemuda di Bandung Kehilangan Nyawa Akibat 7 Luka Tusukan

“Awalnya anggota dipukuli. Mereka kondisi mabuk. Istri anggota kondisi hamil sampai terjatuh,” ujarnya.

Pratu Roni Waluyo lalu mengejar sekelompok warga yang meninggalkan lokasi menggunakan mobil. Di kawasan Blauran, Salatiga Pratu Roni Waluyo justru ditantang dan perkelahian pun tak terhindarkan.

“Pengemudi mobil dan empat rekannya yang turun justru diduga menganiaya Pratu Roni di Jalan Taman Makam Pahlawan, Blauran, Salatiga,” bebernya.

Kabar penganiayaan Pratu Roni pun tersebar di grup WhatsApp sejumlah anggota TNI di Yon 411 Kostrad Salatiga hingga akhirnya bergerak mencari pengemudi mobil tersebut.

Pemilik serta empat rekannya yang sempat mengeroyok Pratu Roni langsung dibawa ke Asrama Yon 411 Kostrad Salatiga. (ade/pojoksatu)