Komisi X DPR Janji Perjuangkan Guru Honorer Jadi P3K

Dede Yusuf, Wakil Ketua Komisi X DPR RI janji perjuangkan guru honorer jadi P3K.
Dede Yusuf, Wakil Ketua Komisi X DPR RI janji perjuangkan guru honorer jadi P3K.

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Komisi X DPR RI berjanji akan memperjuangkan nasib guru honorer jadi P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), terutama yang sudah lama mengabdi.

Komisi X DPR mengusulkan dibukanya lowongan pendaftaran satu juta P3K guru.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf saat dihubungi Pojoksatu.id, Kamis (1/8/2022).

“Kami sudah perintahkan ke Kemendikbud, guru honorer yang lama mengapdi diberikan kesempatan lebih,” ujar Dede Yusuf.


Politisi Partai Demokrat itu mengatakan masih banyak guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi, tapi belum juga diangkat jadi P3K.

BACA : Dede Yusuf Sebut Tes CAT Sekeksi P3K Guru Tak Manusiawi, Harus Dievaluasi

Dede Yusuf menyatakan persoalan tersebut tidak hanya menjadi urusan Komisi X DPR RI.

Menurut Dede Yusuf, guru honorer yang lama mengabdi dan tak kunjung diangkat menjadi P3K merupakan urusan lintas komisi di DPR dan pemerintah.

Karena itu, ia mengimbau kepada semua pihak terkait untuk memikirkan nasib para guru honorer yang sudah lama mengabdi untuk bangsa.

“Kami mengatakan ini urusannya tidak hanya Komis X,” kata anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

Tak hanya guru honorer, tambah Dede Yusuf, di bidang lainnya juga demikian.

“Karena di Kementerian Agama juga gitu, tenaga kesehatan juga gitu, penyuluh, pertanian gitu juga. Jadi harus ada solusi,” ucapnya.

BACA : Guru Honorer Disalip Murid Jadi PPPK, Kena Mental Sampai Menangis di DPR

Dede Yusuf pun menyinggung pembentukan Panitia Khusus (Pansus) yang sedang diusulkan oleh Komisi X DPR RI.

Ia mengatakan bahwa Pansus yang akan dibentuk nantinya diharapkan menjadi salah satu solusi bagi tenaga honorer.

“Karena faktor itu banyak, makanya Pansus inilah yang bisa menampung dan mencari solusinya, kita harap demikian,” tutur Dede Yusuf. (Mufit/Pojoksatu)