Dede Yusuf Sebut Tes CAT Seleksi P3K Guru Tak Manusiawi, Harus Dievaluasi

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf minta Kemendikbud Ristek evaluasi tes CAT seleksi P3K Guru
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf minta Kemendikbud Ristek evaluasi tes CAT seleksi P3K Guru

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mengkritik tes CAT UNBK dalam seleksi P3K guru.

CAT-UNBK adalah singkatan dari Computer Assisted Test Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Dede Yusuf menilai metode tes berbasis komputer sangat merugikan sebagian peserta seleksi P3K Guru.

Pasalnya, di sebagian wilayah Indonesia jaringan internetnya masih banyak kendala atau gangguan, terutama di daerah pelosok.


Sementara waktu yang ditentukan untuk menyelesaikan tes CAT sangat singkat. Hal itu membuat para peserta seleksi tergesa-tergesa, sehingga banyak yang tidak lulus ujian.

Ia mengatakan, kebanyakan yang tidak lulus itu yang usianya sudah tua-tua.

BACA : Komisi X DPR Minta Seleksi P3K 2022 Ditunda, Ini Alasannya

Karena itu, politisi Partai Demokrat itu menyebutkan bahwa ujian seleksi berbasis komputer PPPK tak manusiawi.

“Tes tertulis berbasis komputer ini kurang manusiawi menurut saya,” kata Dede dihubungi Pojoksatu.id, Kamis (1/9/2022).

“Jadi ini beda-beda, ada yang internetnya cepat ada yang lambat, sementara waktu yang ditetapkan hanya 50 menit,” sambungnya.

Sehingga bagi peserta ujian P3K yang usianya sudah tidak muda lagi akan banyak mengalami kendala.

Terlebih lagi peserta ujian seleksi PPPK yang kurang memahami teknologi.

“Buat yang sudah orang tua-tua tentu menghadapi ujian tertulis yang berbasis komputer seperti itu pasti ada kendala,” ujar Dede Yusuf.

BACA : P3K Guru Pematangsiantar Terima SK, Simak Pesan Wali Kota Susanti Dewayani

Karena itu, lanjut mantan Wakil Ketua Gubernur Jawa Barat itu hal tersebut bukan tidak mungkin akan menjadi faktor ketidak lulusannya dalam ujian P3K.

“Banyak daerah-daerah yang menyampaikan laptop kami buatan jadul, untuk membuka loadingnya aja agak lama, ada lagi ganguan listrik, jadi macem-macem tes tertulis berbasis komputer ini,” ucapnya.

Dede Yusuf pun tidak heran jika banyak peserta PPPK yang tidak lulus ujian seleksi.

“Penyebabnya kan yang tidak banyak lulus, karena proses persyaratan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi setiap daerah, seperti jaringan internet banyak kendala,” tuturnya.

BACA : Syarat Pendaftaran P3K Tenaga Kesehatan 2022 dan Kriteria Honorer yang Dapat Afirmasi

Ia meminta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengevaluasi kebijakan tes CAT-UNBK.

Selain itu, Dede Yusuf menyarankan kepada Kemendikbud memberikan kesempatan kepada peserta ujian PPPK yang tidak lulus untuk mengikuti seleksi ulang.

“Kami sudah perintahkan ke Kemendikbud, tolong yang belum lulus diberikan kesempatan untuk tes sampe dia lulus,” pungkasnya. (Mufit/Pojoksatu)